Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Edisi Buku EMHA Ainun Najib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edisi Buku EMHA Ainun Najib. Tampilkan semua postingan

INDONESIA BAGIAN DARI DESA SAYA

INDONESIA BAGIAN DARI DESA SAYA
INDONESIA BAGIAN DARI DESA SAYA
Rp. 65.000
Rp. 55.000

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
JudulIndonesia Bagian Dari Desa Saya 
No. ISBN978-979-709-702-8
PenulisAinun Najib
PenerbitKompas
Tanggal terbitApril - 2013
Jumlah Halaman258
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Buku EMHA Ainun Najib
Bonus-   
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
”Saat kondisi moral dan spiritual tergerus alur perkembangan zaman, Cak Nun berdiri disamping desanya untuk menyalurkan pemikiriannya”

Indonesia dengan puluhan ribu pulaunya dan berbagai keadaan warganya dapat di lihat dari ruang lingkup lebih kecil, yaitu desa. Desa adalah miniatur dari bangsa ini. Desa didalamnya terdapat berbagai macam individu. Individu ini sangat mudah terpengaruh aspek-aspek dari luar desa tersebut, seperti perkembangan teknologi yang semakin pesat. Individu tersebut mudah terpengaruh akibat lemahnya kontrol untuk menghadapi perkembangan zaman. Akhirnya membentuk fenomena-fenomena terbukanya wawasan dari kehidupan generasi didesa dan mampu menyingkirkan keberadaban dan nilai adat secara perlahan.

Cak Nun sangat inspiratif menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi negara ini. Essai yang dibuat Cak Nun dalam buku ini banyak menggunakan dialek jawa timur yang dipadukan dengan bahasa indonesia. Cak Nun juga mengambil fenomena sederhana untuk memudahkan pembaca menggambarkan keadaan negara ini. Seperti saat konflik warga desa saat harus menerima teknologi yang terus berkembang.  Hasilnya karena tidak ada pembatasan diri terhadap perkembangan zaman. Akibatnya produk perkembangan zaman hanya menjadi indikator gengsi dan simbol kemakmuran. Menurut Cak Nun, teknologi komunikasi dapat mengeluarkan warga desa dari ‘kebenaran’.  Karena sesungguhnya ‘kebenaran’ memang begitu adanya. Buku berjudul “Indonesia Bagian dari Desa Saya” juga demikian


Buku ini ditulis oleh Emha Ainun Najib atau akrab dipanggil Cak Nun. Dia dikenal sebagai seorang ulama yang sekaligus budayawan dan seniman. Pada Buku ini ia membawa persoalan-persoalan kecil dan mendasar,    masalah spiritual dan moral guna meluruskan cara pikir tunas bangsa. Mengenai berkurangnya nilaispiritual dan moral akan sangat mempengaruhi timbulnya hedonisme. Gaya hedonis ini adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia. Sehingga dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin seseorang akan  merasa menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme ini akan makin menyebar ke pelosok negeri dan jangan sampai hendonisme terus menyebar dibiarkan tanpa kontrol. Apabila hendonisme terus menyebar maka akan mengakibatkan penyakit moral, misalnya koruptor. Akibatnya negara ini makin sibuk untuk mengurusi koruptor yang seolah memiliki kekebalan terhadap apapun.

Pemikiran Reflektif dari sang penulis seolah mendialogkan kembali pemikiran yang pastinya memiliki manfaat tersendiri bagi generasi sekarang ini. Lewat buku ini setidaknya kita diajak kembali berdialog tentang pemikiran itu dengan realitas sekarang; bahkan kemungkinannya di masa mendatang.

Bagi yang berminat pada buku Indonesia Bagian dari Desa Saya, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..
INDONESIA BAGIAN DARI DESA SAYA
INDONESIA BAGIAN DARI DESA SAYA
Rp. 65.000
Rp. 55.000

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
JudulIndonesia Bagian Dari Desa Saya 
No. ISBN978-979-709-702-8
PenulisAinun Najib
PenerbitKompas
Tanggal terbitApril - 2013
Jumlah Halaman258
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Buku EMHA Ainun Najib
Bonus-   
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
”Saat kondisi moral dan spiritual tergerus alur perkembangan zaman, Cak Nun berdiri disamping desanya untuk menyalurkan pemikiriannya”

Indonesia dengan puluhan ribu pulaunya dan berbagai keadaan warganya dapat di lihat dari ruang lingkup lebih kecil, yaitu desa. Desa adalah miniatur dari bangsa ini. Desa didalamnya terdapat berbagai macam individu. Individu ini sangat mudah terpengaruh aspek-aspek dari luar desa tersebut, seperti perkembangan teknologi yang semakin pesat. Individu tersebut mudah terpengaruh akibat lemahnya kontrol untuk menghadapi perkembangan zaman. Akhirnya membentuk fenomena-fenomena terbukanya wawasan dari kehidupan generasi didesa dan mampu menyingkirkan keberadaban dan nilai adat secara perlahan.

Cak Nun sangat inspiratif menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi negara ini. Essai yang dibuat Cak Nun dalam buku ini banyak menggunakan dialek jawa timur yang dipadukan dengan bahasa indonesia. Cak Nun juga mengambil fenomena sederhana untuk memudahkan pembaca menggambarkan keadaan negara ini. Seperti saat konflik warga desa saat harus menerima teknologi yang terus berkembang.  Hasilnya karena tidak ada pembatasan diri terhadap perkembangan zaman. Akibatnya produk perkembangan zaman hanya menjadi indikator gengsi dan simbol kemakmuran. Menurut Cak Nun, teknologi komunikasi dapat mengeluarkan warga desa dari ‘kebenaran’.  Karena sesungguhnya ‘kebenaran’ memang begitu adanya. Buku berjudul “Indonesia Bagian dari Desa Saya” juga demikian


Buku ini ditulis oleh Emha Ainun Najib atau akrab dipanggil Cak Nun. Dia dikenal sebagai seorang ulama yang sekaligus budayawan dan seniman. Pada Buku ini ia membawa persoalan-persoalan kecil dan mendasar,    masalah spiritual dan moral guna meluruskan cara pikir tunas bangsa. Mengenai berkurangnya nilaispiritual dan moral akan sangat mempengaruhi timbulnya hedonisme. Gaya hedonis ini adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia. Sehingga dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin seseorang akan  merasa menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme ini akan makin menyebar ke pelosok negeri dan jangan sampai hendonisme terus menyebar dibiarkan tanpa kontrol. Apabila hendonisme terus menyebar maka akan mengakibatkan penyakit moral, misalnya koruptor. Akibatnya negara ini makin sibuk untuk mengurusi koruptor yang seolah memiliki kekebalan terhadap apapun.

Pemikiran Reflektif dari sang penulis seolah mendialogkan kembali pemikiran yang pastinya memiliki manfaat tersendiri bagi generasi sekarang ini. Lewat buku ini setidaknya kita diajak kembali berdialog tentang pemikiran itu dengan realitas sekarang; bahkan kemungkinannya di masa mendatang.

Bagi yang berminat pada buku Indonesia Bagian dari Desa Saya, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..

JEJAK TINJU PAK KYAI

JEJAK TINJU PAK KYAI
JEJAK TINJU PAK KYAI
Rp 60.000
Rp 50.000

PEMESANAN

085756777030

Detail Buku
JudulJejak Tinju Pak Kyai
No. ISBN 978-979-709-363-1
PenulisAinun Najib
PenerbitKompas
Tanggal terbit2008
Jumlah Halaman256
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Buku EMHA Ainun Najib
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Buku Jejak Tinju Pak Kyai ini terdiri atas enam bagian. Di bagian pertama, bertema tentang Manunggaling Kawula lan Gusti, ia lebih banyak menyoroti kondisi Indonesia yang kacau dengan berbagai terminologi. Misalnya saja lewat peristiwa pingsannya Pak Kiai akibat menonton tinju, atau tentang kesabaran orang-orang kampung menghadapi masalah, hingga tentang pilkada yang cenderung memicu kekisruhan di pelbagai wilayah.

Bagian kedua, Gondes, Bleksor, dan Buto Kampung, menyoroti pemakaian bahasa Indonesia. Dengan gaya khasnya, ia memilah bahwa ternyata bahasa Indonesia bukan hanya terdiri atas yang baik dan yang benar, tapi juga yang enak. Ada juga pandangan Sang Kiai tentang narkoba, pengemis, hingga konflik partai.

Bagian ketiga, Makhluk Halal, Makhluk Haram, berisi kritik Cak Nun terhadap makna tanah air, institusi negara, kehidupan bernegara dan beragama, serta mempertanyakan tentang nasionalisme 2009.

Ada yang khusus di bagian keempat. Cak Nun tampaknya ingin memberi porsi istimewa bagi Jawa Timur, tempatnya bermukim selama ini. Dalam bagian tulisan "Nyunggi Wakul", ia membahas mengenai Daerah Istimewa Surabaya. Idenya tentang bagaimana idealnya mensurabayakan Surabaya dibahas tuntas.

Secara mikro ia berbicara tentang kepedulian Jawa Timur, masing-masing pada tulisan tentang Pasar Turi, Gerakan Majnun Internasional, hingga adanya Jaringan Mahasiswa Revolusioner Indonesia Baru.

Dalam bagian kelima, "Indon", dan “Reog Malaysia”, ia mengungkapkan buah pikirannya tentang hal-hal yang lebih besar. Mulai dari tragedi Kasan-Kusen, cucu Nabi Muhammad yang meninggal begitu amat sangat tragis dengan kepala dipenggal, atau tentang Irak-Amerika. Hingga tentang Austranesia, sebuah wacana penggabungan dua negara bertetangga, yaitu Australia dan Indonesia. Hubungan kedua negara menurut Cak Nun selalu penuh dengan pertentangan untuk kemudian saling bermesraan.

Atau tentang Malaysia, yang membuat masyarakat seluruh Indonesia marah karena kasus pengakuan reog, batik, dan lagu Rasa Sayange. Tapi tampaknya cuma Cak Nun yang seperti memaklumi kelakuan negara jiran ini. Meski tentu saja dalam kerangka sebuah kritik untuk hubungan kedua negara yang bertetangga yang tetap terjalin baik.

Dan terakhir, pada bagian keenam, “Ijtihad, Ittiba, Taqlid”, dimulai dari pembahasan Cak Nun tentang nabi yang pernah membakar masjid akibat ulah oknum takmir masjid sehingga membuat masjid itu menimbulkan mudarat lebih besar dibanding manfaat; tentang kritik terhadap departemen agama; tentang perbedaan berbagai ormas Islam dalam menentukan waktu Hari Raya yang kontroversial tapi dirinya justru menginginkan semoga perbedaan itu sepanjang masa; tentang puasa; tentang mudik.

Sampai pembahasan tentang "Islamic Valentine Day”, sebuah istilah dari Cak Nun yang ngawur bila ditinjau dari sudut apa pun, bahkan perayaan Valentine Day selalu kontroversial, tapi tampaknya di sini ada itikad baik tentang cinta dan kemanusiaan.


Buku secara menekankan betapa pentingnya bersikap arif dan melatih kesabaran, perlunya menjadi makhluk wajib yang berguna bagi sesama, meninggalkan kesombongan, fanatisme berlebihan, serta mencanangkan rasa nasionalisme. Walau demikian, dalam memandang berbagai persoalan, Cak Nun tidak terkesan menggurui, justru memberikan solusi dan daya tambah untuk melapangkan dada dan membeningkan hati dan pikiran.

Bagi yang berminat pada buku Jejak Tinju Pak Kyai, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..
JEJAK TINJU PAK KYAI
JEJAK TINJU PAK KYAI
Rp 60.000
Rp 50.000

PEMESANAN

085756777030

Detail Buku
JudulJejak Tinju Pak Kyai
No. ISBN 978-979-709-363-1
PenulisAinun Najib
PenerbitKompas
Tanggal terbit2008
Jumlah Halaman256
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Buku EMHA Ainun Najib
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Buku Jejak Tinju Pak Kyai ini terdiri atas enam bagian. Di bagian pertama, bertema tentang Manunggaling Kawula lan Gusti, ia lebih banyak menyoroti kondisi Indonesia yang kacau dengan berbagai terminologi. Misalnya saja lewat peristiwa pingsannya Pak Kiai akibat menonton tinju, atau tentang kesabaran orang-orang kampung menghadapi masalah, hingga tentang pilkada yang cenderung memicu kekisruhan di pelbagai wilayah.

Bagian kedua, Gondes, Bleksor, dan Buto Kampung, menyoroti pemakaian bahasa Indonesia. Dengan gaya khasnya, ia memilah bahwa ternyata bahasa Indonesia bukan hanya terdiri atas yang baik dan yang benar, tapi juga yang enak. Ada juga pandangan Sang Kiai tentang narkoba, pengemis, hingga konflik partai.

Bagian ketiga, Makhluk Halal, Makhluk Haram, berisi kritik Cak Nun terhadap makna tanah air, institusi negara, kehidupan bernegara dan beragama, serta mempertanyakan tentang nasionalisme 2009.

Ada yang khusus di bagian keempat. Cak Nun tampaknya ingin memberi porsi istimewa bagi Jawa Timur, tempatnya bermukim selama ini. Dalam bagian tulisan "Nyunggi Wakul", ia membahas mengenai Daerah Istimewa Surabaya. Idenya tentang bagaimana idealnya mensurabayakan Surabaya dibahas tuntas.

Secara mikro ia berbicara tentang kepedulian Jawa Timur, masing-masing pada tulisan tentang Pasar Turi, Gerakan Majnun Internasional, hingga adanya Jaringan Mahasiswa Revolusioner Indonesia Baru.

Dalam bagian kelima, "Indon", dan “Reog Malaysia”, ia mengungkapkan buah pikirannya tentang hal-hal yang lebih besar. Mulai dari tragedi Kasan-Kusen, cucu Nabi Muhammad yang meninggal begitu amat sangat tragis dengan kepala dipenggal, atau tentang Irak-Amerika. Hingga tentang Austranesia, sebuah wacana penggabungan dua negara bertetangga, yaitu Australia dan Indonesia. Hubungan kedua negara menurut Cak Nun selalu penuh dengan pertentangan untuk kemudian saling bermesraan.

Atau tentang Malaysia, yang membuat masyarakat seluruh Indonesia marah karena kasus pengakuan reog, batik, dan lagu Rasa Sayange. Tapi tampaknya cuma Cak Nun yang seperti memaklumi kelakuan negara jiran ini. Meski tentu saja dalam kerangka sebuah kritik untuk hubungan kedua negara yang bertetangga yang tetap terjalin baik.

Dan terakhir, pada bagian keenam, “Ijtihad, Ittiba, Taqlid”, dimulai dari pembahasan Cak Nun tentang nabi yang pernah membakar masjid akibat ulah oknum takmir masjid sehingga membuat masjid itu menimbulkan mudarat lebih besar dibanding manfaat; tentang kritik terhadap departemen agama; tentang perbedaan berbagai ormas Islam dalam menentukan waktu Hari Raya yang kontroversial tapi dirinya justru menginginkan semoga perbedaan itu sepanjang masa; tentang puasa; tentang mudik.

Sampai pembahasan tentang "Islamic Valentine Day”, sebuah istilah dari Cak Nun yang ngawur bila ditinjau dari sudut apa pun, bahkan perayaan Valentine Day selalu kontroversial, tapi tampaknya di sini ada itikad baik tentang cinta dan kemanusiaan.


Buku secara menekankan betapa pentingnya bersikap arif dan melatih kesabaran, perlunya menjadi makhluk wajib yang berguna bagi sesama, meninggalkan kesombongan, fanatisme berlebihan, serta mencanangkan rasa nasionalisme. Walau demikian, dalam memandang berbagai persoalan, Cak Nun tidak terkesan menggurui, justru memberikan solusi dan daya tambah untuk melapangkan dada dan membeningkan hati dan pikiran.

Bagi yang berminat pada buku Jejak Tinju Pak Kyai, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..

ARUS BAWAH

ARUS BAWAH
ARUS BAWAH
Rp 65.000
Rp 55.000

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
JudulARUS BAWAH
No. ISBN9786022910688 
PenulisAinun Najib
PenerbitBentang
Tanggal terbitFebruari - 2015
Jumlah Halaman238
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Buku EMHA Ainun Najib
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Kiai Semar menghilang. Gareng, si Filsuf Desa, gugup tak alang kepalang. Namun, Petruk malah senyum-senyum saja melihat kakaknya belingsatan. Apalagi Bagong yang kerjaannya hanya makan dan tertawa-tawa. 

Bahkan, Dusun Karang Kedempel yang semakin rusak dan sedang membutuhkan kehadiran Semar pun tak merasa perlu mencarinya.

Di tengah dominasi pakem Mahabharata yang mencengkeram kehidupan Karang Kedempel, tugas Punakawan-lah untuk merintis Gerakan Carangan. Menjadi alternatif. Mengusahakan perjuangan dari basis. Membuat warga Karang Kedempel mengerti bahwa rakyat adalah Dewa-Dewa Agung yang memegang kedaulatan tertinggi di Karang Kedempel. Menyadarkan mereka bahwa keadaan boleh membatu karang, tetapi air harus terus menetes dan kelak melubanginya.

Petruk yang terlihat tenang sebenarnya juga geram. Dulu Semar-lah yang menyeret Gareng, Petruk, dan Bagong ke Karang Kedempel untuk menemani dan menggembalakan kaum penguasa menuju sesuatu yang benar. Tugas ke-Punakawan-an mereka masih jauh dari purna, tapi kenapa Semar malah lenyap tiada kabar?

Buku Arus Bawah sendiri berkisah tentang masyarakat Karang Kedempel yang resah dan sedih karena menghilangnya Kiai Semar. Padahal perannya sangat dibutuhkan saat itu. Masalah-masalah yang kian runyam menunggu turun tangannya. Kiai Semar kemanakah engkau pergi? Ke manakah engkau bersembunyi? Lurah dan seluruh perangkatnya tak lagi sanggup menjalankan fungsinya sebagai petugas penyejahtera rakyat. Malahan sebaliknya, dengan pelbagai cara dan manipulasi.

“Jika dulu, buku ini menggedor kesadaran orang-orang, yang hidup tapi tak selalu berdaya dalam kepungan kekuasaan Orde Baru. Sedangkan saat ini situasinya adalah masyarakat dikuasai oleh politik tipu daya pencitraan, pemerintahan yang terbelah dan penuh sandiwara, kamuflase demokrasi, maraknya aliran-aliran penyempitan berpikir, riuh rendahnya ocehan dan hujatan di media sosial, aneka tingkah polah nyelfie, dan lebay-nya gaya hidup. Kita kembali membutuhkan bacaan yang dapat membuat kita merenungkan kembali problem hidup,”.

Bagi yang berminat pada buku ARUS BAWAH kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..

ARUS BAWAH
ARUS BAWAH
Rp 65.000
Rp 55.000

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
JudulARUS BAWAH
No. ISBN9786022910688 
PenulisAinun Najib
PenerbitBentang
Tanggal terbitFebruari - 2015
Jumlah Halaman238
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Buku EMHA Ainun Najib
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Kiai Semar menghilang. Gareng, si Filsuf Desa, gugup tak alang kepalang. Namun, Petruk malah senyum-senyum saja melihat kakaknya belingsatan. Apalagi Bagong yang kerjaannya hanya makan dan tertawa-tawa. 

Bahkan, Dusun Karang Kedempel yang semakin rusak dan sedang membutuhkan kehadiran Semar pun tak merasa perlu mencarinya.

Di tengah dominasi pakem Mahabharata yang mencengkeram kehidupan Karang Kedempel, tugas Punakawan-lah untuk merintis Gerakan Carangan. Menjadi alternatif. Mengusahakan perjuangan dari basis. Membuat warga Karang Kedempel mengerti bahwa rakyat adalah Dewa-Dewa Agung yang memegang kedaulatan tertinggi di Karang Kedempel. Menyadarkan mereka bahwa keadaan boleh membatu karang, tetapi air harus terus menetes dan kelak melubanginya.

Petruk yang terlihat tenang sebenarnya juga geram. Dulu Semar-lah yang menyeret Gareng, Petruk, dan Bagong ke Karang Kedempel untuk menemani dan menggembalakan kaum penguasa menuju sesuatu yang benar. Tugas ke-Punakawan-an mereka masih jauh dari purna, tapi kenapa Semar malah lenyap tiada kabar?

Buku Arus Bawah sendiri berkisah tentang masyarakat Karang Kedempel yang resah dan sedih karena menghilangnya Kiai Semar. Padahal perannya sangat dibutuhkan saat itu. Masalah-masalah yang kian runyam menunggu turun tangannya. Kiai Semar kemanakah engkau pergi? Ke manakah engkau bersembunyi? Lurah dan seluruh perangkatnya tak lagi sanggup menjalankan fungsinya sebagai petugas penyejahtera rakyat. Malahan sebaliknya, dengan pelbagai cara dan manipulasi.

“Jika dulu, buku ini menggedor kesadaran orang-orang, yang hidup tapi tak selalu berdaya dalam kepungan kekuasaan Orde Baru. Sedangkan saat ini situasinya adalah masyarakat dikuasai oleh politik tipu daya pencitraan, pemerintahan yang terbelah dan penuh sandiwara, kamuflase demokrasi, maraknya aliran-aliran penyempitan berpikir, riuh rendahnya ocehan dan hujatan di media sosial, aneka tingkah polah nyelfie, dan lebay-nya gaya hidup. Kita kembali membutuhkan bacaan yang dapat membuat kita merenungkan kembali problem hidup,”.

Bagi yang berminat pada buku ARUS BAWAH kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..

DEMOKRASI LA ROIBA FIH

DEMOKRASI LA ROIBA FIH
DEMOKRASI LA ROIBA FIH
Rp 75.000
Rp 65.000

PEMESANAN


085756777030


Detail Buku
JudulDemokrasi La Roiba Fih 
No. ISBN9789797094270 
PenulisAinun Najib
PenerbitKompas
Tanggal terbitAgustus - 2009
Jumlah Halaman288
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Buku EMHA Ainun Najib
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Demokrasi itu harga mati. Demokrasi itu kebenaran sejati. Demokrasi itu la roiba fi h, tak ada keraguan padanya. Dengan pandangan yang jernih, Cak Nun mengulas masalah demokrasi di negeri kita. Demokrasi itu bak "perawan", yang merdeka dan memerdekakan. Watak utama demokrasi adalah "mempersilakan". Tidak punya konsep menolak, menyingkirkan, atau membuang. Semua makhluk penghuni kehidupan berhak hidup bersama "si perawan" yang bernama demokrasi, bahkan berhak memperkosanya: yang melarang memperkosa bukan si perawan itu sendiri, melainkan "sahabat"-nya yang bernama moral dan hukum. 

Di mata Cak Nun, berbagai persoalan apa saja menjadi sangat menarik. Dengan rasa nasionalisme yang tinggi mengulas masalah pemilihan presiden, golput, paguyuban ahli surga, bahkan menyentil negeri kita layaknya Gatotkaca gagah perkasa tetapi menderita sakit lupus. Dan yang tak kalah penting, bagaimana soal Islam Indonesia yang bersikap "look up" kepada Timur Tengah, sementara Timur Tengah cenderung "look down" kepada Islam Indonesia. 

Bagaimana sikap kita terhadap masalah ini? 

Seluruh tulisan Cak Nun memberikan ketenangan batin, mencerahkan hati dan pikiran kita. Memberikan jalan bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap berbagai persoalan di negeri kita atau mengenai negara lain.

Bagi yang berminat pada buku Demokrasi La Roiba Fih, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..
DEMOKRASI LA ROIBA FIH
DEMOKRASI LA ROIBA FIH
Rp 75.000
Rp 65.000

PEMESANAN


085756777030


Detail Buku
JudulDemokrasi La Roiba Fih 
No. ISBN9789797094270 
PenulisAinun Najib
PenerbitKompas
Tanggal terbitAgustus - 2009
Jumlah Halaman288
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Buku EMHA Ainun Najib
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Demokrasi itu harga mati. Demokrasi itu kebenaran sejati. Demokrasi itu la roiba fi h, tak ada keraguan padanya. Dengan pandangan yang jernih, Cak Nun mengulas masalah demokrasi di negeri kita. Demokrasi itu bak "perawan", yang merdeka dan memerdekakan. Watak utama demokrasi adalah "mempersilakan". Tidak punya konsep menolak, menyingkirkan, atau membuang. Semua makhluk penghuni kehidupan berhak hidup bersama "si perawan" yang bernama demokrasi, bahkan berhak memperkosanya: yang melarang memperkosa bukan si perawan itu sendiri, melainkan "sahabat"-nya yang bernama moral dan hukum. 

Di mata Cak Nun, berbagai persoalan apa saja menjadi sangat menarik. Dengan rasa nasionalisme yang tinggi mengulas masalah pemilihan presiden, golput, paguyuban ahli surga, bahkan menyentil negeri kita layaknya Gatotkaca gagah perkasa tetapi menderita sakit lupus. Dan yang tak kalah penting, bagaimana soal Islam Indonesia yang bersikap "look up" kepada Timur Tengah, sementara Timur Tengah cenderung "look down" kepada Islam Indonesia. 

Bagaimana sikap kita terhadap masalah ini? 

Seluruh tulisan Cak Nun memberikan ketenangan batin, mencerahkan hati dan pikiran kita. Memberikan jalan bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap berbagai persoalan di negeri kita atau mengenai negara lain.

Bagi yang berminat pada buku Demokrasi La Roiba Fih, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..

SEDANG TUHAN PUN CEMBURU

SEDANG TUHAN PUN CEMBURU
SEDANG TUHAN PUN CEMBURU
Rp 85.000
Rp 75.000

PEMESANAN


085756777030


Detail Buku
JudulSedang Tuhan pun Cemburu  
No. ISBN9786022910794
PenulisAinun Najib
PenerbitBentang
Tanggal terbit2015
Jumlah Halaman456
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Buku EMHA Ainun Najib
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Salah satu bakat paling besar dalam diri manusia memang menjadi binatang: makhluk tingkat ketiga sesudah benda dan tetumbuhan. Binatang plus akal adalah kita. Binatang plus akal plus tataran-tataran lain dari spiritualisme adalah kesempurnaan yang seyogyanya diperjuangkan oleh manusia.

Akan tetapi, binatang nampaknya lebih beruntung dibanding manusia. Dunia dan nilai mereka sudah niscaya dari awal sampai akhir. Sedang dunia manusia, suka menjebak diri dengan kebebasan yang dimilikinya atau yang ia peroleh dari Tuhannya. Manusia merasa bebas untuk memilih, termasuk memilih bunuh diri atau melenyapkan standar-standarnya terhadap nilai kemanusiaan.

Esai-esai yang ditulis oleh Emha Ainun Nadjib dalam buku ini, merefleksikan betapa panjang pertanyaannya atas hidup. Emha tak hanya melihat pola interaksi antara manusia dengan Tuhan yang semakin mengabur, tetapi juga semakin tersingkirnya manusia dari strata-strata sosial yang mereka bentuk sendiri.

Bagi yang berminat pada buku Sedang Tuhan pun Cemburu, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..
SEDANG TUHAN PUN CEMBURU
SEDANG TUHAN PUN CEMBURU
Rp 85.000
Rp 75.000

PEMESANAN


085756777030


Detail Buku
JudulSedang Tuhan pun Cemburu  
No. ISBN9786022910794
PenulisAinun Najib
PenerbitBentang
Tanggal terbit2015
Jumlah Halaman456
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Buku EMHA Ainun Najib
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Salah satu bakat paling besar dalam diri manusia memang menjadi binatang: makhluk tingkat ketiga sesudah benda dan tetumbuhan. Binatang plus akal adalah kita. Binatang plus akal plus tataran-tataran lain dari spiritualisme adalah kesempurnaan yang seyogyanya diperjuangkan oleh manusia.

Akan tetapi, binatang nampaknya lebih beruntung dibanding manusia. Dunia dan nilai mereka sudah niscaya dari awal sampai akhir. Sedang dunia manusia, suka menjebak diri dengan kebebasan yang dimilikinya atau yang ia peroleh dari Tuhannya. Manusia merasa bebas untuk memilih, termasuk memilih bunuh diri atau melenyapkan standar-standarnya terhadap nilai kemanusiaan.

Esai-esai yang ditulis oleh Emha Ainun Nadjib dalam buku ini, merefleksikan betapa panjang pertanyaannya atas hidup. Emha tak hanya melihat pola interaksi antara manusia dengan Tuhan yang semakin mengabur, tetapi juga semakin tersingkirnya manusia dari strata-strata sosial yang mereka bentuk sendiri.

Bagi yang berminat pada buku Sedang Tuhan pun Cemburu, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..

ANGGUKAN RITMIS KAKI SANG KYAI

ANGGUKAN RITMIS KAKI SANG KYAI
ANGGUKAN RITMIS KAKI SANG KYAI
Rp 85.000
Rp 75.000

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
JudulANGGUKAN RITMIS KAKI SANG KYAI
No. ISBN978-602-291-077-0
PenulisAinun Najib
PenerbitBentang Pustaka
Tanggal terbit2015
Jumlah Halaman414
Berat Buku240 gram
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)13x20.5 cm
KategoriEdisi Buku EMHA Ainun Najib
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Dulu di sebuah pesantren, ada dua orang kiai yang berdebat tentang hukum kesenian. Salah seorang dari mereka bersikeras bahwa kesenian itu syirik, bahkan haram. Kami para santri menyaksikan perdebatan itu dengan hati berdebar. Dari kejauhan,  terdengar suara musik dari loudspeaker. Kiai yang saya kisahkan itu mulai meledak-ledak dan menyebut seni itu haram, tetapi kedua kakinya bergerak-gerak mengikuti irama musik dari kejauhan.
Kami, para santri, melihat bahwa kaki beliau itu bukan bergerak menggeleng-geleng, melainkan mengangguk-angguk. Maka, kami tiru anggukan ritmis kaki Pak Kiai itu, sebab gerak kaki beliau itu lebih merupakan ungkapan batinnya dibanding lisannya.

Melalui buku ini, Emha Ainun Nadjib, menguliti dalam-dalam perkara kemusliman “birokrasi”. Ketaatan yang penuh rasa “takut pada atasan”, bukan kecintaan dan pengabdian pada Tuhan. Semua kemudian berputar pada surga dan neraka, halal dan haram, pahala dan dosa. Detail-detail ritual yang malah memicu perbedaan pendapat antarumat, serta dengan gampang mengkafirkan orang lain. Dalam kegelisahannya, Emha seolah berbicara pada naluri kita dan berkata, “Apa tidak malu kita kepada-Nya, pada akal dan perasaan kita sendiri?”

Bagi yang berminat pada buku ANGGUKAN RITMIS KAKI SANG KYAI, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..
ANGGUKAN RITMIS KAKI SANG KYAI
ANGGUKAN RITMIS KAKI SANG KYAI
Rp 85.000
Rp 75.000

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
JudulANGGUKAN RITMIS KAKI SANG KYAI
No. ISBN978-602-291-077-0
PenulisAinun Najib
PenerbitBentang Pustaka
Tanggal terbit2015
Jumlah Halaman414
Berat Buku240 gram
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)13x20.5 cm
KategoriEdisi Buku EMHA Ainun Najib
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Dulu di sebuah pesantren, ada dua orang kiai yang berdebat tentang hukum kesenian. Salah seorang dari mereka bersikeras bahwa kesenian itu syirik, bahkan haram. Kami para santri menyaksikan perdebatan itu dengan hati berdebar. Dari kejauhan,  terdengar suara musik dari loudspeaker. Kiai yang saya kisahkan itu mulai meledak-ledak dan menyebut seni itu haram, tetapi kedua kakinya bergerak-gerak mengikuti irama musik dari kejauhan.
Kami, para santri, melihat bahwa kaki beliau itu bukan bergerak menggeleng-geleng, melainkan mengangguk-angguk. Maka, kami tiru anggukan ritmis kaki Pak Kiai itu, sebab gerak kaki beliau itu lebih merupakan ungkapan batinnya dibanding lisannya.

Melalui buku ini, Emha Ainun Nadjib, menguliti dalam-dalam perkara kemusliman “birokrasi”. Ketaatan yang penuh rasa “takut pada atasan”, bukan kecintaan dan pengabdian pada Tuhan. Semua kemudian berputar pada surga dan neraka, halal dan haram, pahala dan dosa. Detail-detail ritual yang malah memicu perbedaan pendapat antarumat, serta dengan gampang mengkafirkan orang lain. Dalam kegelisahannya, Emha seolah berbicara pada naluri kita dan berkata, “Apa tidak malu kita kepada-Nya, pada akal dan perasaan kita sendiri?”

Bagi yang berminat pada buku ANGGUKAN RITMIS KAKI SANG KYAI, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
2014 Hanya Menjual Buku | Google Indonesia Sponsors: Facebook, Rendi Syahputra