Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Edisi Diskusi Tassawuf Modern. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edisi Diskusi Tassawuf Modern. Tampilkan semua postingan

TAHAJJUD SIANG HARI DHUHUR MALAM HARI

TAHAJJUD SIANG HARI DHUHUR MALAM HARI
TAHAJJUD SIANG HARI DHUHUR MALAM HARI


Rp 65.000
Rp 55.000

PEMESANAN

085756777030



Detail Buku
JudulTahajjud Siang Hari, Dhuhur Malam Hari  
No. ISBN
979-98337-6-0
PenulisAgus Mustofa
PenerbitPadma Press
Tanggal terbit-
Jumlah Halaman255
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Diskusi Tasawuf Modern
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis

‘Shalat adalah ibadah yang ditentukan waktunya’. Begitulah Allah berfirman di dalam  Al Qur’an.  Ayat ini memiliki multi-tujuan. Selain memberikan pedoman dalam menjalankan shalat, di dalamnya terkandung perintah agar umat Islam memahami soal waktu. Bahkan, di sebuah surat yang sering kita baca, Allah menjadikan waktu sebagai sumpah: wal ashri – demi waktu. Menunjukkan betapa pentingnya ‘waktu’.

Terkait dengan penetapan waktu ibadah shalat, umat Islam di dunia internasional masih memiliki masalah yang sangat mengganjal. Seperti yang ditulis dalam satu satu bahasan buku ini bahwa ibadah sholat seakan-akan menjadi "hak milik" warga negara diwilayah tropis, di mana di wilayah-wilayah tropis, perbedaan siang dan malam hari relatif jelas. Lama waktu siang dan malam hari relatif sepadan, masing-masing sekitar 12 jam. Waktu-waktu shalat pun berkisar sekitar 1 jam sampai 8-9 jam sehingga dalam menentukan waktu ibadah sholat sangat mudah. 

Kemudahan dalam menentukan waktu sholat akan berbalik arah dan menjadi  kesulitan ketika dihadapkan pada penentuan waktu sholat di wilayah-wilayah non tropis yang terletak makin ke utara dan ke selatan, lama waktu siang dan malam hari akan berbeda, tergantung edaran musim. Pada musim panas misalnya, di St. Petersburg (dulu Leningrad) di sebelah utara Moskow, matahari masih akan terus menyinari kota meskipun jam sudah menunjukkan pukul 00.30. Suatu kondisi yang disebut sebagai white night atau bilii nosii dalam istilah setempat. Di lain tempat, di sebelah utara kota Helsinki, Finlandia, matahari hanya tenggelam selama 1 jam saja. Yang lebih ekstrim, di daerah sekitar Kutub Utara atau Kutub Selatan, matahari bahkan tidak tenggelam atau tidak terbit selama beberapa bulan.

Lantas bagaimana cara menetukan waktu ibadah sholat di wilayah-wilayah non tropis diatas seperti kota Moscow, Helsinki atau kutub utara dan selatan dan daerah-daerah lain yang memiliki tingkat kesamaan kesulitan dalam menetukan waktu ibadah sholat?

Melalui buku ini, penulis secara ciamik mencoba mengurai benang kusut kegalauan pertanyaan-pertanyaan diatas dengan berdasarkan argumentasi dalil naqli dan aqli yang bersumber dari al-Qur'an, Hadits dan pertimbangan akal sehat.


Bagi yang berminat pada buku Tahajjud Siang Hari, Dhuhur Malam Hari, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..

TAHAJJUD SIANG HARI DHUHUR MALAM HARI
TAHAJJUD SIANG HARI DHUHUR MALAM HARI


Rp 65.000
Rp 55.000

PEMESANAN

085756777030



Detail Buku
JudulTahajjud Siang Hari, Dhuhur Malam Hari  
No. ISBN
979-98337-6-0
PenulisAgus Mustofa
PenerbitPadma Press
Tanggal terbit-
Jumlah Halaman255
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Diskusi Tasawuf Modern
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis

‘Shalat adalah ibadah yang ditentukan waktunya’. Begitulah Allah berfirman di dalam  Al Qur’an.  Ayat ini memiliki multi-tujuan. Selain memberikan pedoman dalam menjalankan shalat, di dalamnya terkandung perintah agar umat Islam memahami soal waktu. Bahkan, di sebuah surat yang sering kita baca, Allah menjadikan waktu sebagai sumpah: wal ashri – demi waktu. Menunjukkan betapa pentingnya ‘waktu’.

Terkait dengan penetapan waktu ibadah shalat, umat Islam di dunia internasional masih memiliki masalah yang sangat mengganjal. Seperti yang ditulis dalam satu satu bahasan buku ini bahwa ibadah sholat seakan-akan menjadi "hak milik" warga negara diwilayah tropis, di mana di wilayah-wilayah tropis, perbedaan siang dan malam hari relatif jelas. Lama waktu siang dan malam hari relatif sepadan, masing-masing sekitar 12 jam. Waktu-waktu shalat pun berkisar sekitar 1 jam sampai 8-9 jam sehingga dalam menentukan waktu ibadah sholat sangat mudah. 

Kemudahan dalam menentukan waktu sholat akan berbalik arah dan menjadi  kesulitan ketika dihadapkan pada penentuan waktu sholat di wilayah-wilayah non tropis yang terletak makin ke utara dan ke selatan, lama waktu siang dan malam hari akan berbeda, tergantung edaran musim. Pada musim panas misalnya, di St. Petersburg (dulu Leningrad) di sebelah utara Moskow, matahari masih akan terus menyinari kota meskipun jam sudah menunjukkan pukul 00.30. Suatu kondisi yang disebut sebagai white night atau bilii nosii dalam istilah setempat. Di lain tempat, di sebelah utara kota Helsinki, Finlandia, matahari hanya tenggelam selama 1 jam saja. Yang lebih ekstrim, di daerah sekitar Kutub Utara atau Kutub Selatan, matahari bahkan tidak tenggelam atau tidak terbit selama beberapa bulan.

Lantas bagaimana cara menetukan waktu ibadah sholat di wilayah-wilayah non tropis diatas seperti kota Moscow, Helsinki atau kutub utara dan selatan dan daerah-daerah lain yang memiliki tingkat kesamaan kesulitan dalam menetukan waktu ibadah sholat?

Melalui buku ini, penulis secara ciamik mencoba mengurai benang kusut kegalauan pertanyaan-pertanyaan diatas dengan berdasarkan argumentasi dalil naqli dan aqli yang bersumber dari al-Qur'an, Hadits dan pertimbangan akal sehat.


Bagi yang berminat pada buku Tahajjud Siang Hari, Dhuhur Malam Hari, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..

MENGHINDARI ABAD BENCANA

MENGHINDARI ABAD BENCANA

MENGHINDARI ABAD BENCANA


Rp 65.000
Rp 55.000

PEMESANAN


085756777030


Detail Buku

JudulMENGHINDARI ABAD BENCANA  
No. ISBN
978-979-1070-19-5
PenulisAgus Mustofa
PenerbitPadma Press
Tanggal terbit-
Jumlah Halaman256
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Diskusi Tasawwuf Modern
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis

Bangsa Indonesia hari ini secara bertubi-tubi diguncang dengan berbagai macam bencana. Dari mulai bencana sosial, budaya, politik hingga bencana alam. Wujud nyata bencana sosial dapat kita lihat dari maraknya tindak kekerasan, seperti tawuran antar pelajar, antar gang, kampung, etnis hingga yang berbau SARA, maraknya pembunuhan, perampokan hingga kasus mutilasi, pelecehan, pencabulan, pemerkosaan, perselingkuhan dan bencana-bencana sosial lain yang senantiasa mengisi media cetak maupun televisi setiap harinya. 

Bencana budaya dapat kita lihat dari hilangnya budaya-budaya timur yang mengedepankan kesederhanaan, kesantunan, welas asih dan budaya-budaya timur lainnya berganti menjadi budaya hidup glamour, kehidupan serba wah, berfoya-foya, budaya hedonis-konsumeris, mudah tersinggung dan marah, hingga acuh tak acuh terhadap kondisi lingkungan sosial sekitar serta diperparah dengan budaya pergaulan bebas remaja (free sex), konsumsi minuman keras, geng motor, Narkoba dan obat-obatan sejenis. 

Sementara bencana Politik dapat kita lihat secara gamblang dimana dunia perpolitikan Indonesia sedang mengalami kebuntuan karena perseteruan dua kubu yang sama-sama ngotot ingin memimpin bangsa ini. Alih-alih mensejahterakan rakyat, mereka para wakil rakyat justeru sibuk mengurusi kepentingan pribadi, kelompok dan partainya masing-masing.  

Dan yang takan kalah perihnya adalah maraknya terjadi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, gunung meletus, gempa bumi, dan tsunami seperti menjadi demikian lumrah di negeri ini. Ada apa gerangan? Apa yang salah dengan kita, dengan negeri ini? Kenapa bencana-bencana ini selalu dan selalu datang susul menyusul? Bumi semakin tua. Keserakahan telah menghancurkan diri kita sendiri. Pada gilirannya sekarang giliran kita menuai bencana-bencana ini. Bagaimana seharusnya kita bersikap didalam merespon maraknya bencana-bencana diatas? 

Buku Menghindari Abad Bencana yang ditulis oleh Agus Mustofa ini mencoba memberikan tawaran alternatif beberapa jawaban atas pertanyaan-pertanyaan diatas.

Bagi yang berminat pada buku MENGHINDARI AZAB BENCANA, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..
MENGHINDARI ABAD BENCANA

MENGHINDARI ABAD BENCANA


Rp 65.000
Rp 55.000

PEMESANAN


085756777030


Detail Buku

JudulMENGHINDARI ABAD BENCANA  
No. ISBN
978-979-1070-19-5
PenulisAgus Mustofa
PenerbitPadma Press
Tanggal terbit-
Jumlah Halaman256
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Diskusi Tasawwuf Modern
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis

Bangsa Indonesia hari ini secara bertubi-tubi diguncang dengan berbagai macam bencana. Dari mulai bencana sosial, budaya, politik hingga bencana alam. Wujud nyata bencana sosial dapat kita lihat dari maraknya tindak kekerasan, seperti tawuran antar pelajar, antar gang, kampung, etnis hingga yang berbau SARA, maraknya pembunuhan, perampokan hingga kasus mutilasi, pelecehan, pencabulan, pemerkosaan, perselingkuhan dan bencana-bencana sosial lain yang senantiasa mengisi media cetak maupun televisi setiap harinya. 

Bencana budaya dapat kita lihat dari hilangnya budaya-budaya timur yang mengedepankan kesederhanaan, kesantunan, welas asih dan budaya-budaya timur lainnya berganti menjadi budaya hidup glamour, kehidupan serba wah, berfoya-foya, budaya hedonis-konsumeris, mudah tersinggung dan marah, hingga acuh tak acuh terhadap kondisi lingkungan sosial sekitar serta diperparah dengan budaya pergaulan bebas remaja (free sex), konsumsi minuman keras, geng motor, Narkoba dan obat-obatan sejenis. 

Sementara bencana Politik dapat kita lihat secara gamblang dimana dunia perpolitikan Indonesia sedang mengalami kebuntuan karena perseteruan dua kubu yang sama-sama ngotot ingin memimpin bangsa ini. Alih-alih mensejahterakan rakyat, mereka para wakil rakyat justeru sibuk mengurusi kepentingan pribadi, kelompok dan partainya masing-masing.  

Dan yang takan kalah perihnya adalah maraknya terjadi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, gunung meletus, gempa bumi, dan tsunami seperti menjadi demikian lumrah di negeri ini. Ada apa gerangan? Apa yang salah dengan kita, dengan negeri ini? Kenapa bencana-bencana ini selalu dan selalu datang susul menyusul? Bumi semakin tua. Keserakahan telah menghancurkan diri kita sendiri. Pada gilirannya sekarang giliran kita menuai bencana-bencana ini. Bagaimana seharusnya kita bersikap didalam merespon maraknya bencana-bencana diatas? 

Buku Menghindari Abad Bencana yang ditulis oleh Agus Mustofa ini mencoba memberikan tawaran alternatif beberapa jawaban atas pertanyaan-pertanyaan diatas.

Bagi yang berminat pada buku MENGHINDARI AZAB BENCANA, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..

IBRAHIM PERNAH ATHEIS

IBRAHIM PERNAH ATHEIS
IBRAHIM PERNAH ATHEIS

Rp 65.000
Rp 55.000

PEMESANAN


085756777030


Detail Buku
JudulIBRAHIM PERNAH ATHEIS  
No. ISBN
-
PenulisAgus Mustofa
PenerbitPadma Press
Tanggal terbitDesember - 2014
Jumlah Halaman272
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Diskusi Tasawwuf Modern
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis

Ada tertulis di dalam firman, "Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik pada sosok seorang Ibrahim bagi dan orang-orang yang menyertainya".. lebih dari itu bahkan figur seorang Ibrahim Tuhan abadikan menjadi salah satu nama surat dalam firmanNya tepatnya surat Ibrahim (surat ke14 dalam susunan urutan surat-surat al-Qur'an). 

Dalam masalah konsistensi ketauhidan kepada Tuhan, Ibrahim merupakan contoh terbaik bagi umat manusia. Ada banyak ayat yang menyatakan bahwa Ibrahim sosok yang paling konsisten bertauhid kepada Tuhan. Ia bukanlah seorang Yahudi ataupun Nasrani tetapi ia adalah insan yang senantiasa berserah diri dan tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam. 

Namun dibalik ketauhidan sosok Ibrahim yang mendapat predikat pujian dari Tuhan, Ibrahim ternyata pernah menjadi seorang atheis. ia pernah "terjebak" pada pencarian akan eksistensi Tuhan. Kisah pencarian akan Tuhan ini diabadikan didalam al-Quran dimana dalam pencariannya ia pernah mengalami guncangan batin yang luar biasa. Ibrahim menemukan tuhan karena proses pencarian melalui alam semesta dan pembuktian langsung. ia terus mencari dan mencari keberadaan Tuhan melalui proses makro maupun mikro cosmos yang terjadi pada alam semesta. 

Pada awalnya ketika malam tiba, Ibrahim melihat Bintang, ia mengira bahwa itulah Tuhan. Namun ketika bintang menghilang menjelang pagi, pudarlah keyakinanya pada bintang sebagai Tuhan. Kemudian datanglah bulan, ia pun mengira bahwa bulan adalah Tuhan karena ukurannya yang lebih besar dan cahaya yang terang, namun demikian halnya nasib bintang, bulan pun lenyap ketika fajar mulai menyingsing. Akhirnya munculllah matahari yang luar biasa menawan, terang menyinari seluruh alam. Ibrahim bergumam, inilah pasti Tuhan yang sebenarnya. Pagi, siang, sore berlalu hingga malam menghinggapi jagat semesta dan akhirnya matahari pun tenggelam sehingga membuat Ibrahim menjadi kecewa dengan Tuhan yang tenggelam. 

Itulah Ibrahim yang mencari Tuhan pertama kali melalui proses inderawi, menyimak dan menyaksikan kejadian (fenomena) alam hingga pada akhirnya ia mendapatkan Tuhan pencipta alam semesta yang tidak bisa didekte oleh dimensi ruang dan waktu karena dialah yang menciptakan itu semua. Ibrahim memadukan sisi intelektualitas dengan logika batinnya sehingga berakhir pada keyakinan mantap tentang Tuhan penguasa alam semesta.

Buku ini mengisyaratkan bahwa didalam proses mencari kebenaran akan eksistensi Tuhan adalah sangat dimungkinkan diawali dengan sebuah keraguan. Namun, keraguan tersebut harus dilanjutkan dengan adanya upaya keras didalam mencari kebenaran yang sejati. Bukan keraguan yang dilandasi dengan sikap sombong, acuh tak acuh dan merasa sudah tahu akan Tuhan.

Bagi yang berminat pada buku IBRAHIM PERNAH ATHEIS, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat Membaca..
IBRAHIM PERNAH ATHEIS
IBRAHIM PERNAH ATHEIS

Rp 65.000
Rp 55.000

PEMESANAN


085756777030


Detail Buku
JudulIBRAHIM PERNAH ATHEIS  
No. ISBN
-
PenulisAgus Mustofa
PenerbitPadma Press
Tanggal terbitDesember - 2014
Jumlah Halaman272
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Diskusi Tasawwuf Modern
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis

Ada tertulis di dalam firman, "Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik pada sosok seorang Ibrahim bagi dan orang-orang yang menyertainya".. lebih dari itu bahkan figur seorang Ibrahim Tuhan abadikan menjadi salah satu nama surat dalam firmanNya tepatnya surat Ibrahim (surat ke14 dalam susunan urutan surat-surat al-Qur'an). 

Dalam masalah konsistensi ketauhidan kepada Tuhan, Ibrahim merupakan contoh terbaik bagi umat manusia. Ada banyak ayat yang menyatakan bahwa Ibrahim sosok yang paling konsisten bertauhid kepada Tuhan. Ia bukanlah seorang Yahudi ataupun Nasrani tetapi ia adalah insan yang senantiasa berserah diri dan tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam. 

Namun dibalik ketauhidan sosok Ibrahim yang mendapat predikat pujian dari Tuhan, Ibrahim ternyata pernah menjadi seorang atheis. ia pernah "terjebak" pada pencarian akan eksistensi Tuhan. Kisah pencarian akan Tuhan ini diabadikan didalam al-Quran dimana dalam pencariannya ia pernah mengalami guncangan batin yang luar biasa. Ibrahim menemukan tuhan karena proses pencarian melalui alam semesta dan pembuktian langsung. ia terus mencari dan mencari keberadaan Tuhan melalui proses makro maupun mikro cosmos yang terjadi pada alam semesta. 

Pada awalnya ketika malam tiba, Ibrahim melihat Bintang, ia mengira bahwa itulah Tuhan. Namun ketika bintang menghilang menjelang pagi, pudarlah keyakinanya pada bintang sebagai Tuhan. Kemudian datanglah bulan, ia pun mengira bahwa bulan adalah Tuhan karena ukurannya yang lebih besar dan cahaya yang terang, namun demikian halnya nasib bintang, bulan pun lenyap ketika fajar mulai menyingsing. Akhirnya munculllah matahari yang luar biasa menawan, terang menyinari seluruh alam. Ibrahim bergumam, inilah pasti Tuhan yang sebenarnya. Pagi, siang, sore berlalu hingga malam menghinggapi jagat semesta dan akhirnya matahari pun tenggelam sehingga membuat Ibrahim menjadi kecewa dengan Tuhan yang tenggelam. 

Itulah Ibrahim yang mencari Tuhan pertama kali melalui proses inderawi, menyimak dan menyaksikan kejadian (fenomena) alam hingga pada akhirnya ia mendapatkan Tuhan pencipta alam semesta yang tidak bisa didekte oleh dimensi ruang dan waktu karena dialah yang menciptakan itu semua. Ibrahim memadukan sisi intelektualitas dengan logika batinnya sehingga berakhir pada keyakinan mantap tentang Tuhan penguasa alam semesta.

Buku ini mengisyaratkan bahwa didalam proses mencari kebenaran akan eksistensi Tuhan adalah sangat dimungkinkan diawali dengan sebuah keraguan. Namun, keraguan tersebut harus dilanjutkan dengan adanya upaya keras didalam mencari kebenaran yang sejati. Bukan keraguan yang dilandasi dengan sikap sombong, acuh tak acuh dan merasa sudah tahu akan Tuhan.

Bagi yang berminat pada buku IBRAHIM PERNAH ATHEIS, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat Membaca..

BERDOA ATAUKAH MENYURUH TUHAN

BERDOA ATAUKAH MENYURUH TUHAN

BERDOA ATAUKAH MENYURUH TUHAN


Rp 70.000
Rp 60.000

PEMESANAN


085756777030


Detail Buku
JudulBERDOA ATAUKAH MENYURUH TUHAN  
No. ISBN
978-979-1070-21-8
PenulisAgus Mustofa
PenerbitPadma Press
Tanggal terbit-
Jumlah Halaman280
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
Kategori
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis

Kau minta surga
Padahal perbuatanmu mengarah ke neraka
Salahkah Tuhan
Kalau doamu tak dikabulkan?
Dia adalah Dzat Yang Maha Pemurah
Yang selalu mengabulkan doa
Dan tak pernah mengecewakan hambaNya
Asalkan mengikuti caraNya


Kenapa doa kita sering tidak terkabul? Katanya, Allah selalu mengabulkan do'a siapa saja yang berdoa kepadaNya? Jawabnya : mungkin ada yang salah dengan cara berdo'a anda. Mungkin anda tidak sedang minta tolong kepada Allah, tapi menyuruh, mendikte, atau bahkan memaksa Tuhan.

Buku ini membahas kesalah kaprahan umat Islam dalam berdoa. Berdoa seharusnya lebih bersifat instropeksi diri. Berdoa adalah media kita sebagai insan untuk mengevaluasi diri, apakah sesuatu yang kita minta kepada Tuhan dengan berdoa sudah selaras dengan apa yang kita kerjakan. Sejauh mana kerja keras yang telah kita lakukan sehingga pada akhirnya doa merupakan sesuatu yang harus dilakukan.  

Banyak Kasus yang dapat diambil dengan melihat fenomena keberagamaan masyarakat hari ini terkait dengan masalah doa. Ada banyak orientasi manusia ketika berdoa, misalnya, banyak para siswa yang berdoa hanya karena ingin lulus ujian, berdoa, para calon CPNS yang berdoa karena ingin jebol menjadi PNS, Calon pejabat berdoa karena ingin punya jabatan terhormat atau naik jabatan, mereka yang berdoa minta motor atau mobil karena sudah merasa capek mengayuh sepeda ontel, pergi berziarah minta berkah ke kuburan-kuburan yang dianggap keramat untuk berdoa padahal uang ongkos untuk berziarah sampai hutang sana-sini, berdoa dengan membayar sekaligus memesan doa kepada seseorang yang dianggap ustad atau kyai, bahkan lebih ironis lagi dan ini merupakan kesalahan fatal adalah menjadikan doa sebagai ladang bisnis dengan memperjual belikan doa seperti marak terjadi dewasa ini. Doa menjadi hampir mirip seperti bacaan mantra atau jampi-jampi untuk mengusir setan belaka. 

Pada akhirnya doa bukan hanya sekedar meminta ini dan itu kepada Tuhan, tapi lebih pada memperbanyak rasa syukur dan berbuat baik sebagaimana ALLAH berbuat baik kepada hambaNya.Tuhan akan mengabulkan doa yang disertai dengan adanya upaya dan usaha kerja keras seorang hamba demi mencapai apa yang diinginkan didalam sebuah doa.

Bagi yang berminat pada buku Berdoa ataukah Menyuruh Tuhan, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..



BERDOA ATAUKAH MENYURUH TUHAN

BERDOA ATAUKAH MENYURUH TUHAN


Rp 70.000
Rp 60.000

PEMESANAN


085756777030


Detail Buku
JudulBERDOA ATAUKAH MENYURUH TUHAN  
No. ISBN
978-979-1070-21-8
PenulisAgus Mustofa
PenerbitPadma Press
Tanggal terbit-
Jumlah Halaman280
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
Kategori
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis

Kau minta surga
Padahal perbuatanmu mengarah ke neraka
Salahkah Tuhan
Kalau doamu tak dikabulkan?
Dia adalah Dzat Yang Maha Pemurah
Yang selalu mengabulkan doa
Dan tak pernah mengecewakan hambaNya
Asalkan mengikuti caraNya


Kenapa doa kita sering tidak terkabul? Katanya, Allah selalu mengabulkan do'a siapa saja yang berdoa kepadaNya? Jawabnya : mungkin ada yang salah dengan cara berdo'a anda. Mungkin anda tidak sedang minta tolong kepada Allah, tapi menyuruh, mendikte, atau bahkan memaksa Tuhan.

Buku ini membahas kesalah kaprahan umat Islam dalam berdoa. Berdoa seharusnya lebih bersifat instropeksi diri. Berdoa adalah media kita sebagai insan untuk mengevaluasi diri, apakah sesuatu yang kita minta kepada Tuhan dengan berdoa sudah selaras dengan apa yang kita kerjakan. Sejauh mana kerja keras yang telah kita lakukan sehingga pada akhirnya doa merupakan sesuatu yang harus dilakukan.  

Banyak Kasus yang dapat diambil dengan melihat fenomena keberagamaan masyarakat hari ini terkait dengan masalah doa. Ada banyak orientasi manusia ketika berdoa, misalnya, banyak para siswa yang berdoa hanya karena ingin lulus ujian, berdoa, para calon CPNS yang berdoa karena ingin jebol menjadi PNS, Calon pejabat berdoa karena ingin punya jabatan terhormat atau naik jabatan, mereka yang berdoa minta motor atau mobil karena sudah merasa capek mengayuh sepeda ontel, pergi berziarah minta berkah ke kuburan-kuburan yang dianggap keramat untuk berdoa padahal uang ongkos untuk berziarah sampai hutang sana-sini, berdoa dengan membayar sekaligus memesan doa kepada seseorang yang dianggap ustad atau kyai, bahkan lebih ironis lagi dan ini merupakan kesalahan fatal adalah menjadikan doa sebagai ladang bisnis dengan memperjual belikan doa seperti marak terjadi dewasa ini. Doa menjadi hampir mirip seperti bacaan mantra atau jampi-jampi untuk mengusir setan belaka. 

Pada akhirnya doa bukan hanya sekedar meminta ini dan itu kepada Tuhan, tapi lebih pada memperbanyak rasa syukur dan berbuat baik sebagaimana ALLAH berbuat baik kepada hambaNya.Tuhan akan mengabulkan doa yang disertai dengan adanya upaya dan usaha kerja keras seorang hamba demi mencapai apa yang diinginkan didalam sebuah doa.

Bagi yang berminat pada buku Berdoa ataukah Menyuruh Tuhan, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
2014 Hanya Menjual Buku | Google Indonesia Sponsors: Facebook, Rendi Syahputra