Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Seri Ramalan Sang Pujangga Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seri Ramalan Sang Pujangga Nusantara. Tampilkan semua postingan

PETRUK DADI RATU; Polah Tingkah Penguasa yang Tidak Mampu

PETRUK DADI RATU; Polah Tingkah Penguasa yang Tidak Mampu
PETRUK DADI RATU; Polah Tingkah Penguasa yang Tidak Mampu

Rp 50.000
Rp 45.000

PEMESANAN


085756777030


Detail Buku
JudulPETRUK DADI RATU; Polah Tingkah Penguasa yang Tidak Mampu  
No. ISBN9789791683678
PenulisSuwardi Endraswara
PenerbitNarasi
Tanggal terbitApril - 2014
Jumlah Halaman184
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriSeri Ramalan Sang Pujangga Nusantara
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis

"Petruk, jika kau menjadi raja, akan berubah perwatakanmu, irung dawa kowe thukmis. Tangan dawa mretandhani bakat koruptor. Weteng mlenthu, kowe ratu sing tamak. Truk, baiknya kau tetap jadi panakawan. Hidung panjang, tanda tajam penciumanmu. Karena itu kau cerdas menunjukkan benar dan kesalahan bendara. Tangan panjang, pertanda kau terampil menolong. Perut besar, menunjukkan mampu mewadahi yang jelek dan baik, sebagai ajaran hidup."
(Turiyo Ragilputra, Penggurit dan Cerpenis Jawa, Guru, tinggal di Ambal Kebumen)


"Jika Anda membaca buku ini, seperti sedang menyoroti soal kehidupan masa kini. Di tengah-tengah bangsa yang sedang mengalami krisis kepemimpinan, dibutuhkan Petruk. Petruk Dadi Ratu memang sebuah fenomena yang ada saat ini di dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa yang mengalami sebuah 'kebingungan' menentukan arah dan tujuan. Berbagai kisah tentang Petruk bisa sebagai bahan renungan bagi para pembaca buku ini, serta mengingatkan pimpinan negeri ini yang semakin lupa diri. Namun yang menjadi pemikiran apakah Petruk mampu menjadi raja di sebuah negara korup walaupun orang itu sudah 'metruk' (menjadi Petruk atau menyerupai bahkan mirip Petruk)? Buku Petruk Dadi Ratu ini patut dibaca sebagai cermin diri."
(Titik Renggani, S.E., M.M., Dramawan, Penyiar RRI Nusantara II Yogyakarta)


"Petruk, apa kata dunia? Ketika para pelawak jadi anggota legislatif serta artis jadi pejabat eksekutif, hanya dianggap dagelan. Dagelan politik. Ketika Enthus Susmono jadi Bupati Tegal, ternyata Petruk Dadi Ratu bukan hanya mimpi, ya? Lalu, apa kata Petruk...? Well Kedhuel(ka)Beh. Para pembuat lakon dan lelakon negeri memang huebaaat tenan." 
(Joko Budhiarto, Budayawan, Ketua Pepadi Kulon Progo, Redpel Kedaulatan Rakyat)



Dr. Suwardi Endraswara, M. Hum lahir di Kulon Progo, 3 April 1964. Belajar sastra dan budaya Jawa di IKIP Yogyakarta, selesai tahun 1989. Sejak itu, dipercaya menjadi staf pengajar di almamaternya, yang sekarang menjadi program studi Pendidikan Bahasa Jawa, FBS UNY. Tanggal 17 Maret 2011 telah menyelesaikan S3 di UGM, dengan memperdalam teks-teks mistik kejawen. Prestasi yang pernah diraih , juara II menulis novel Yayasan Citra Pariwara Jateng berjudul Suket Teki; juara II Lomba Menulis Cagar Budaya, juara harapan I Lomba Artikel Koran Pusat Bahasa Jakarta, dosen berprestasi tingkat nasional (2005), penerima hadiah sastra Rancage 2006. Menjadi pembicara di berbagai universitas, seperti Universitas Kebangsaan Malaysia, UNS, UGM, Unesa, Unes, Univet, Brunei, Sulawesi Tenggara, Bangka, dan sebagainya.

Bagi yang berminat pada buku PETRUK DADI RATU; Polah Tingkah Penguasa yang Tidak Mampu, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030
Selamat membaca..
PETRUK DADI RATU; Polah Tingkah Penguasa yang Tidak Mampu
PETRUK DADI RATU; Polah Tingkah Penguasa yang Tidak Mampu

Rp 50.000
Rp 45.000

PEMESANAN


085756777030


Detail Buku
JudulPETRUK DADI RATU; Polah Tingkah Penguasa yang Tidak Mampu  
No. ISBN9789791683678
PenulisSuwardi Endraswara
PenerbitNarasi
Tanggal terbitApril - 2014
Jumlah Halaman184
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriSeri Ramalan Sang Pujangga Nusantara
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis

"Petruk, jika kau menjadi raja, akan berubah perwatakanmu, irung dawa kowe thukmis. Tangan dawa mretandhani bakat koruptor. Weteng mlenthu, kowe ratu sing tamak. Truk, baiknya kau tetap jadi panakawan. Hidung panjang, tanda tajam penciumanmu. Karena itu kau cerdas menunjukkan benar dan kesalahan bendara. Tangan panjang, pertanda kau terampil menolong. Perut besar, menunjukkan mampu mewadahi yang jelek dan baik, sebagai ajaran hidup."
(Turiyo Ragilputra, Penggurit dan Cerpenis Jawa, Guru, tinggal di Ambal Kebumen)


"Jika Anda membaca buku ini, seperti sedang menyoroti soal kehidupan masa kini. Di tengah-tengah bangsa yang sedang mengalami krisis kepemimpinan, dibutuhkan Petruk. Petruk Dadi Ratu memang sebuah fenomena yang ada saat ini di dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa yang mengalami sebuah 'kebingungan' menentukan arah dan tujuan. Berbagai kisah tentang Petruk bisa sebagai bahan renungan bagi para pembaca buku ini, serta mengingatkan pimpinan negeri ini yang semakin lupa diri. Namun yang menjadi pemikiran apakah Petruk mampu menjadi raja di sebuah negara korup walaupun orang itu sudah 'metruk' (menjadi Petruk atau menyerupai bahkan mirip Petruk)? Buku Petruk Dadi Ratu ini patut dibaca sebagai cermin diri."
(Titik Renggani, S.E., M.M., Dramawan, Penyiar RRI Nusantara II Yogyakarta)


"Petruk, apa kata dunia? Ketika para pelawak jadi anggota legislatif serta artis jadi pejabat eksekutif, hanya dianggap dagelan. Dagelan politik. Ketika Enthus Susmono jadi Bupati Tegal, ternyata Petruk Dadi Ratu bukan hanya mimpi, ya? Lalu, apa kata Petruk...? Well Kedhuel(ka)Beh. Para pembuat lakon dan lelakon negeri memang huebaaat tenan." 
(Joko Budhiarto, Budayawan, Ketua Pepadi Kulon Progo, Redpel Kedaulatan Rakyat)



Dr. Suwardi Endraswara, M. Hum lahir di Kulon Progo, 3 April 1964. Belajar sastra dan budaya Jawa di IKIP Yogyakarta, selesai tahun 1989. Sejak itu, dipercaya menjadi staf pengajar di almamaternya, yang sekarang menjadi program studi Pendidikan Bahasa Jawa, FBS UNY. Tanggal 17 Maret 2011 telah menyelesaikan S3 di UGM, dengan memperdalam teks-teks mistik kejawen. Prestasi yang pernah diraih , juara II menulis novel Yayasan Citra Pariwara Jateng berjudul Suket Teki; juara II Lomba Menulis Cagar Budaya, juara harapan I Lomba Artikel Koran Pusat Bahasa Jakarta, dosen berprestasi tingkat nasional (2005), penerima hadiah sastra Rancage 2006. Menjadi pembicara di berbagai universitas, seperti Universitas Kebangsaan Malaysia, UNS, UGM, Unesa, Unes, Univet, Brunei, Sulawesi Tenggara, Bangka, dan sebagainya.

Bagi yang berminat pada buku PETRUK DADI RATU; Polah Tingkah Penguasa yang Tidak Mampu, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030
Selamat membaca..

ZAMAN EDAN RANGGAWARSITA

ZAMAN EDAN RANGGAWARSITA
ZAMAN EDAN RANGGAWARSITA


Rp 45.000

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
Judul
ZAMAN EDAN RANGGAWARSITA; Menaklukkan Hawa Nafsu Dizaman Tak Menentu
No. ISBN
9789791683838
PenulisAgus Wahyudi
PenerbitNarasi
Tanggal terbitApril 2014
Jumlah Halaman226
Berat Buku
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)14 x 20 cm
KategoriSeri 
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis


Amenangi zaman edan
ewuh boya ing pambudi
melu edan nora tahan
yen tan melu anglakoni boya keduman melik
kaliren wekasanipun
Dilalah kersaning Allah
sabegja-begjane wong kang lali
luwih begja wong kang elinglan waspada

Ungkapan 'zaman edan' atau kalatidha ini memiliki makna yang hampir sepadan dengan istilah 'zaman akhir' dalam keyakinan Islam untuk menyebut zaman yang sudah mendekati hari kiamat. Apa pun istilahnya, hampir semua orang Jawa sepakat bahwa saat ini sudah memasuki zaman edan sehingga kewaspadaan tingkat tinggi mutlak diperlukan agar diri selalu ingat dan waspada, ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa dan waspada terhadap kondisi zaman yang terus bergulir.
Buku ini menjadikan petuah dan nasihat dari R.Ng. Ranggawarsita menjadi bahan utama untuk renungan, yang masih sangat relevan untuk kondisi hidup kita saat ini. Sebagai sarana untuk menaklukkan hawa nafsu di zaman yang serba tak menentu.

Bagi yang berminat pada buku ZAMAN EDAN RANGGAWARSITA; Menaklukkan Hawa Nafsu Dizaman Tak Menentu, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..


ZAMAN EDAN RANGGAWARSITA
ZAMAN EDAN RANGGAWARSITA


Rp 45.000

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
Judul
ZAMAN EDAN RANGGAWARSITA; Menaklukkan Hawa Nafsu Dizaman Tak Menentu
No. ISBN
9789791683838
PenulisAgus Wahyudi
PenerbitNarasi
Tanggal terbitApril 2014
Jumlah Halaman226
Berat Buku
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)14 x 20 cm
KategoriSeri 
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis


Amenangi zaman edan
ewuh boya ing pambudi
melu edan nora tahan
yen tan melu anglakoni boya keduman melik
kaliren wekasanipun
Dilalah kersaning Allah
sabegja-begjane wong kang lali
luwih begja wong kang elinglan waspada

Ungkapan 'zaman edan' atau kalatidha ini memiliki makna yang hampir sepadan dengan istilah 'zaman akhir' dalam keyakinan Islam untuk menyebut zaman yang sudah mendekati hari kiamat. Apa pun istilahnya, hampir semua orang Jawa sepakat bahwa saat ini sudah memasuki zaman edan sehingga kewaspadaan tingkat tinggi mutlak diperlukan agar diri selalu ingat dan waspada, ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa dan waspada terhadap kondisi zaman yang terus bergulir.
Buku ini menjadikan petuah dan nasihat dari R.Ng. Ranggawarsita menjadi bahan utama untuk renungan, yang masih sangat relevan untuk kondisi hidup kita saat ini. Sebagai sarana untuk menaklukkan hawa nafsu di zaman yang serba tak menentu.

Bagi yang berminat pada buku ZAMAN EDAN RANGGAWARSITA; Menaklukkan Hawa Nafsu Dizaman Tak Menentu, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..


SATRIO PININGIT; Menanti Sosok Ratu Adil Menuju Zaman Keemasan Nusantara

SATRIO PININGIT
SATRIO PININGIT; Menanti Sosok Ratu Adil Menuju Zaman Keemasan Nusantara


Rp 49.900

PEMESANAN

085756777030




Judul
SATRIO PININGIT; Menanti Sosok Ratu Adil Menuju Zaman Keemasan Nusantara
No. ISBN
9789791683821
PenulisDjoko Su'ud Sukahar
PenerbitNarasi
Tanggal terbitApril 2014
Jumlah Halaman
Berat Buku
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)
KategoriSeri Ramalan Sang Pujangga Nusantara
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis

Sebagian masyarakat Indonesia meyakini bahwa "Ratu Adil" atau Satrio Piningit ialah sosok pemimpin yang mampu membawa Nusantara atau Bangsa Indonesia menuju negara yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem kertoraharjo (kaya sumber daya alam dan subur, aman, tentram, dan sejahtera). Bung Karno Sang Proklamator Bangsa Indonesia pun di suatu kesempatan pernah menyatakan bahwa, kelak suatu saat nanti Bangsa Indonesia akan dipimpin oleh seorang "Ratu Adil" atau Satrio Piningit yang mampu membawa Bangsa Indonesia menuju zaman keemasan.

"Tuan-tuan Hakim, apakah sebabnya rakyat senantiasa percaya dan menunggu-nunggu datangnya "Ratu Adil". Apakah sebabnya sabda Prabu Jayabaya sampai hari ini masih terus menyalakan harapan rakyat? Tak lain ialah karena hati rakyat yang menangis itu tak habis-habisnya menunggu-nunggu, mengharap-harapkan, datangnya pertolongan. Sebagaimana orang yang dalam kegelapan tak berhenti-berhentinya menunggu-nunggu dan mengharap-harap. "Kapan, kapankah matahari terbit?" (Soekarno, 1930), dalam bukunya Indonesia Menggugat.

Bila mengikuti alur ramalan Prabu Sri Jayabaya tentang keadaan Nusantara, di suatu masa di masa datang, akan ada suatu masa yang penuh bencana. Gunung-gunung akan meletus, bumi berguncang-guncang, laut dan sungai akan meluap. Ini akan menjadi masa penuh penderitaan. Masa kesewenang-wenangan dan ketidakpedulian. Masa orang-orang licik berkuasa, dan orang-orang baik akan tertindas.

Tetapi, setelah masa yang paling berat itu akan datang zaman baru. Zaman yang penuh kemegahan dan kemuliaan. Zaman keemasan nusantara. Dan, zaman baru itu akan datang setelah datangnya sang "Ratu Adil" atau Satrio Piningit.

Banyaknya berbagai bencana dan persoalan bangsa Indonesia yang datang dan pergi silih berganti apakah pertanda bahwa bangsa Indonesia tengah memasuki suatu masa yang disebut zaman "Kala Bendhu". Suatu zaman yang digambarkan dengan kekacauan dan pengrusakan yang demikian dahsyat. Kedahsyatan itu sering pula dinamakan dengan masa "Goro-goro" yang digambarkan dengan "bumi gonjang-ganjing langit kelap-kelap", bumi mengalami kegoncangan yang dahsyat hingga langit menjadi tergetar.

Suatu masa yang disebut zaman "Kala Bendhu" atau "Goro-goro" ini sebagai awal akan datangnya suatu zaman keemasan dengan datangnya seorang pemimpin yang disebut "Ratu Adil" atau Satrio Piningit. Membawa Bumi Nuswantoro atau Musantara ke masa kejayaan, di mana kebenaran akan jaya: "suro diro joyodiningrat lebur dening pangastuti" atau "semua angkara murka atau tindak kejahatan akan kalah dengan keluhuran budi", dan dalam terminologi Islam disebut: "idza jaal haqqu wazahaqal bathil, innal batila kana zahaqu".

Ratu Adil atau Satrio Piningit
Kita mungkin dengan diam-diam atau bahkan dengan terbuka berharap kelak Bangsa Indonesia akan dipimpin oleh seorang pemimpin yang memiliki berbagai keutamaan yang oleh kepercayaan masyarakat Jawa disebut "Ratu Adil" atau Satrio Piningit.

Kelak akan datang seorang "Ratu Adil" atau Satrio Piningit yang akan membawa keadilan dan kesejahteraan serta mengangkat derajat dan martabat manusia (versi Jayabaya). Akan muncul pemuda pilihan Tuhan dari tanah suci yang menaklukkan bumi di seluruh bagian barat dan timur (versi Nostradamus). Akan hadir keturunan Nabi yang nama dan gelarnya seperti Nabi yang menerangi bumi dengan keadilan. Kerajaannya menyerupai Nabi Sulaiman dan Iskandar Zulkarnain (versi Hadeis).

Sifatnya yang lemah lembut, penuh perasaan, dan kasih sayang layaknya seorang ratu yang memerintah. Sifatnya yang juga adil dalam menjalankan hukum dan persamaan derajat membuat dia disebut sebagai "Ratu Adil" karena dia adalah keadilan itu sendiri.

Istilah "Ratu Adil" atau Satrio Piningit baru dikenal pada zaman pujangga Kraton Mataram di Surakarta. Pada sekitar tahun 1830-1873 Masehi meskipun sebelumnya telah ada Jangka Tanah Jawa yang merupakan mahakarya Prabu Sri Jayabaya pada masa keemasannya di Kerajaan Kediri (1135-1157 M).

Prabu Sri Jayabaya menyebut dalam ramalannya: "marga sirapih, rawuhnya, nata ginaib sanyata, wiji sijilane utama, ingapuran naranata, kang kapisan, karanya, adenge tanpa sarana, nagdom, makduming srinata, sonya rutikedannya". Artinya: kedatangan pemimpin baru tidak terduga. Seperti muncul secara gaib dan mempunyai sifat-sifat utama.

Munculnya yang tidak terduga dan sifat-sifat keutamaan pemimpin baru yang dalam Jangka Tanah Jawa Jayabaya diyakini akan mengakhiri zaman "Kolo Bendhu". Besar kemungkinan oleh R Ng Ronggowarsito dicoba untuk dihadirkan sosoknya secara lebih jelas dengan mengartikannya sebagai "Ratu Adil" atau Satrio Piningit dengan berbagai sifat-sifat keutamaannya.

Segala sifat adil "Ratu Adil" atau Satrio Piningit yang berarti satria yang masih tersembunyi itu digambarkan oleh R Ng Ronggowarsito sebagai tunjung putih semune pudhak sinumpet. Artinya, tokoh yang masih suci bagaikan bunga teratai putih yang harum semerbak laksana bunga pandan yang tersembunyi di kelebatan daunnya.

"Ratu Adil" atau Satrio Piningit sebagaimana dimaksud dalam Jangka Tanah Jawa Prabu Sri Jayabaya --R Ng Ronggowarsito tersebut digambarkan serba sempurna. Keadilan dan kebijaksanaannya bisa diterima semua kalangan. Seperti tersirat pada penjelasan R Ng Ronggowarsito berikutnya: "wadya punggawa sujud sadya, tur padha rena prentahe". Artinya, rakyat dan para pembesar dengan senang hati menerima segala keputusannya dan tunduk terhadap perintahnya.

R Ng Ronggowarsito mempertegas lagi dengan mengatakan, "Ratu Adil" atau Satrio Piningit itu tak membebani kehidupan rakyatnya. Sebagaimana tersurat pada bait ramalan selanjutnya, "wong deso iku wedale kang duwe pajak sewu pan sinuda dening narpati mung metu satus dinar". Artinya, pajak yang dibebankan kepada rakyat dikurangi dari seribu menjadi hanya seratus dinar.

"Ratu Adil" atau Satrio Piningit diramalkan akan muncul secara tak terduga ketika zaman dalam keadaan kacau atau zaman "Kolo Bendhu", dan membuka zaman baru, "Kolo Subo". Ramalan ini telah pula disebutkan dalam Jangka Tanah Jawa Prabu Sri Jayabaya dalam bait "saking marmaning Hyang Sukma, zaman kolobendhu sirna, sinalinan jamanira, mulyaning jenengan nata, ing kono raharjaniro, karaton ing Tanah Jawa mamalaning bumi sirna, sirep dur angkara murka". Artinya: atas kehendak Tuhan, zaman kolobendhu hilang berganti zaman kemakmuran, hilang kutukan bumi dan angkara murka mereda. R Ng Ronggowarsito menyebut zaman Kolo Bendhu dengan zaman edan dalam serat kalatidha.


Bagi yang berminat pada buku SATRIO PININGIT; Menanti Sosok Ratu Adil Menuju Zaman Keemasan Nusantara, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030



Selamat membaca..
SATRIO PININGIT
SATRIO PININGIT; Menanti Sosok Ratu Adil Menuju Zaman Keemasan Nusantara


Rp 49.900

PEMESANAN

085756777030




Judul
SATRIO PININGIT; Menanti Sosok Ratu Adil Menuju Zaman Keemasan Nusantara
No. ISBN
9789791683821
PenulisDjoko Su'ud Sukahar
PenerbitNarasi
Tanggal terbitApril 2014
Jumlah Halaman
Berat Buku
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)
KategoriSeri Ramalan Sang Pujangga Nusantara
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis

Sebagian masyarakat Indonesia meyakini bahwa "Ratu Adil" atau Satrio Piningit ialah sosok pemimpin yang mampu membawa Nusantara atau Bangsa Indonesia menuju negara yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem kertoraharjo (kaya sumber daya alam dan subur, aman, tentram, dan sejahtera). Bung Karno Sang Proklamator Bangsa Indonesia pun di suatu kesempatan pernah menyatakan bahwa, kelak suatu saat nanti Bangsa Indonesia akan dipimpin oleh seorang "Ratu Adil" atau Satrio Piningit yang mampu membawa Bangsa Indonesia menuju zaman keemasan.

"Tuan-tuan Hakim, apakah sebabnya rakyat senantiasa percaya dan menunggu-nunggu datangnya "Ratu Adil". Apakah sebabnya sabda Prabu Jayabaya sampai hari ini masih terus menyalakan harapan rakyat? Tak lain ialah karena hati rakyat yang menangis itu tak habis-habisnya menunggu-nunggu, mengharap-harapkan, datangnya pertolongan. Sebagaimana orang yang dalam kegelapan tak berhenti-berhentinya menunggu-nunggu dan mengharap-harap. "Kapan, kapankah matahari terbit?" (Soekarno, 1930), dalam bukunya Indonesia Menggugat.

Bila mengikuti alur ramalan Prabu Sri Jayabaya tentang keadaan Nusantara, di suatu masa di masa datang, akan ada suatu masa yang penuh bencana. Gunung-gunung akan meletus, bumi berguncang-guncang, laut dan sungai akan meluap. Ini akan menjadi masa penuh penderitaan. Masa kesewenang-wenangan dan ketidakpedulian. Masa orang-orang licik berkuasa, dan orang-orang baik akan tertindas.

Tetapi, setelah masa yang paling berat itu akan datang zaman baru. Zaman yang penuh kemegahan dan kemuliaan. Zaman keemasan nusantara. Dan, zaman baru itu akan datang setelah datangnya sang "Ratu Adil" atau Satrio Piningit.

Banyaknya berbagai bencana dan persoalan bangsa Indonesia yang datang dan pergi silih berganti apakah pertanda bahwa bangsa Indonesia tengah memasuki suatu masa yang disebut zaman "Kala Bendhu". Suatu zaman yang digambarkan dengan kekacauan dan pengrusakan yang demikian dahsyat. Kedahsyatan itu sering pula dinamakan dengan masa "Goro-goro" yang digambarkan dengan "bumi gonjang-ganjing langit kelap-kelap", bumi mengalami kegoncangan yang dahsyat hingga langit menjadi tergetar.

Suatu masa yang disebut zaman "Kala Bendhu" atau "Goro-goro" ini sebagai awal akan datangnya suatu zaman keemasan dengan datangnya seorang pemimpin yang disebut "Ratu Adil" atau Satrio Piningit. Membawa Bumi Nuswantoro atau Musantara ke masa kejayaan, di mana kebenaran akan jaya: "suro diro joyodiningrat lebur dening pangastuti" atau "semua angkara murka atau tindak kejahatan akan kalah dengan keluhuran budi", dan dalam terminologi Islam disebut: "idza jaal haqqu wazahaqal bathil, innal batila kana zahaqu".

Ratu Adil atau Satrio Piningit
Kita mungkin dengan diam-diam atau bahkan dengan terbuka berharap kelak Bangsa Indonesia akan dipimpin oleh seorang pemimpin yang memiliki berbagai keutamaan yang oleh kepercayaan masyarakat Jawa disebut "Ratu Adil" atau Satrio Piningit.

Kelak akan datang seorang "Ratu Adil" atau Satrio Piningit yang akan membawa keadilan dan kesejahteraan serta mengangkat derajat dan martabat manusia (versi Jayabaya). Akan muncul pemuda pilihan Tuhan dari tanah suci yang menaklukkan bumi di seluruh bagian barat dan timur (versi Nostradamus). Akan hadir keturunan Nabi yang nama dan gelarnya seperti Nabi yang menerangi bumi dengan keadilan. Kerajaannya menyerupai Nabi Sulaiman dan Iskandar Zulkarnain (versi Hadeis).

Sifatnya yang lemah lembut, penuh perasaan, dan kasih sayang layaknya seorang ratu yang memerintah. Sifatnya yang juga adil dalam menjalankan hukum dan persamaan derajat membuat dia disebut sebagai "Ratu Adil" karena dia adalah keadilan itu sendiri.

Istilah "Ratu Adil" atau Satrio Piningit baru dikenal pada zaman pujangga Kraton Mataram di Surakarta. Pada sekitar tahun 1830-1873 Masehi meskipun sebelumnya telah ada Jangka Tanah Jawa yang merupakan mahakarya Prabu Sri Jayabaya pada masa keemasannya di Kerajaan Kediri (1135-1157 M).

Prabu Sri Jayabaya menyebut dalam ramalannya: "marga sirapih, rawuhnya, nata ginaib sanyata, wiji sijilane utama, ingapuran naranata, kang kapisan, karanya, adenge tanpa sarana, nagdom, makduming srinata, sonya rutikedannya". Artinya: kedatangan pemimpin baru tidak terduga. Seperti muncul secara gaib dan mempunyai sifat-sifat utama.

Munculnya yang tidak terduga dan sifat-sifat keutamaan pemimpin baru yang dalam Jangka Tanah Jawa Jayabaya diyakini akan mengakhiri zaman "Kolo Bendhu". Besar kemungkinan oleh R Ng Ronggowarsito dicoba untuk dihadirkan sosoknya secara lebih jelas dengan mengartikannya sebagai "Ratu Adil" atau Satrio Piningit dengan berbagai sifat-sifat keutamaannya.

Segala sifat adil "Ratu Adil" atau Satrio Piningit yang berarti satria yang masih tersembunyi itu digambarkan oleh R Ng Ronggowarsito sebagai tunjung putih semune pudhak sinumpet. Artinya, tokoh yang masih suci bagaikan bunga teratai putih yang harum semerbak laksana bunga pandan yang tersembunyi di kelebatan daunnya.

"Ratu Adil" atau Satrio Piningit sebagaimana dimaksud dalam Jangka Tanah Jawa Prabu Sri Jayabaya --R Ng Ronggowarsito tersebut digambarkan serba sempurna. Keadilan dan kebijaksanaannya bisa diterima semua kalangan. Seperti tersirat pada penjelasan R Ng Ronggowarsito berikutnya: "wadya punggawa sujud sadya, tur padha rena prentahe". Artinya, rakyat dan para pembesar dengan senang hati menerima segala keputusannya dan tunduk terhadap perintahnya.

R Ng Ronggowarsito mempertegas lagi dengan mengatakan, "Ratu Adil" atau Satrio Piningit itu tak membebani kehidupan rakyatnya. Sebagaimana tersurat pada bait ramalan selanjutnya, "wong deso iku wedale kang duwe pajak sewu pan sinuda dening narpati mung metu satus dinar". Artinya, pajak yang dibebankan kepada rakyat dikurangi dari seribu menjadi hanya seratus dinar.

"Ratu Adil" atau Satrio Piningit diramalkan akan muncul secara tak terduga ketika zaman dalam keadaan kacau atau zaman "Kolo Bendhu", dan membuka zaman baru, "Kolo Subo". Ramalan ini telah pula disebutkan dalam Jangka Tanah Jawa Prabu Sri Jayabaya dalam bait "saking marmaning Hyang Sukma, zaman kolobendhu sirna, sinalinan jamanira, mulyaning jenengan nata, ing kono raharjaniro, karaton ing Tanah Jawa mamalaning bumi sirna, sirep dur angkara murka". Artinya: atas kehendak Tuhan, zaman kolobendhu hilang berganti zaman kemakmuran, hilang kutukan bumi dan angkara murka mereda. R Ng Ronggowarsito menyebut zaman Kolo Bendhu dengan zaman edan dalam serat kalatidha.


Bagi yang berminat pada buku SATRIO PININGIT; Menanti Sosok Ratu Adil Menuju Zaman Keemasan Nusantara, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030



Selamat membaca..

MENCARI RATU ADIL MENURUT RAMALAN JAYABAYA

MENCARI RATU ADIL MENURUT RAMALAN JAYABAYA
MENCARI RATU ADIL MENURUT RAMALAN JAYABAYA


Rp 35.000

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
JudulMencari Ratu Adil Menurut Ramalan Jayabaya 
No. ISBN9789791683548
PenulisD. Soesetro & Zein al Arief 
PenerbitNARASI
Tanggal terbitFebruari 2014
Jumlah Halaman100
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriSeri Ramalan Sang Pujangga Nusantara
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis


Ramalan Jayabaya muncul sejak ratusan tahun yang lalu, yaitu sejak abad XII. Apa yang menarik dari ramalan Jayabaya adalah bahwa prediksi (ramalan) tersebut dianggap memiliki akurasi dan ketepatan tersendiri bahkan dalam konteks kehidupan hari ini. Menjadi wajar kemudian jika dalam situasi yang penuh kekacauan (chaos) seperti yang terjadi hari ini, orang banyak berpaling pada Ramalan Jayabaya untuk mencari jawaban dari suatu misteri. Misteri tentang kehancuran dan kejayaan bangsa Nusantara. Pengungkapan akan misteri ini menjadi sangat mungkin terutama pada saat berbagai analisis yang konon katanya ilmiah tidak sanggup memberikan jawaban yang memadai mengenai kacaunya situasi dan kondisi kehidupan dunia hari ini.

Ramalan Jayabaya terutama mengupas pelbagai hal menyangkut nasib  Jawa (Nuswantoro) sampai tahun 2100 nanti. Banyak orang mengakui bahwa Ramalan Jayabaya itu benar. Kenyataannya, banyak sekali kejadian yang cocok dengan apa yang terkandung dalam Ramalan Jayabaya. Misalnya, tentang penjajahan Jepang di Indonesia yang hanya berlangsung seumur jagung, datangnya benturan antara tradisi dan kebudayaan modern, datangnya bangsa berkulit pucat yang membawa tongkat yang bisa membunuh dari jauh dan bangsa berkulit kuning dari Utara ( jaman penjajahan ), “kreto mlaku tampo jaran”, “Prau mlaku ing nduwur awang-awang”, kereta tanpa kuda dan perahu yang berlayar di atas awan (mobil dan pesawat terbang?), dan bahkan (mungkin) Jayabaya juga meramalkan global warming, “Akeh udan salah mongso”, datangnya masa dimana hujan salah musim..serta berbagai hal menarik lainnya.

Siapakah Jayabaya? Kondisi apa yang sudah terjadi dan menjadi bukti kebenaran akan Ramalan Jayabaya? Siapa tokoh calon pemimpin Nusantara menurut Ramalan Jayabaya? serta apa rahasia-rahasia lain yang terkandung dalam Ramalan Jayabaya? Temukan semuanya dalam buku ini.

Bagi yang berminat pada buku Mencari Ratu Adil Menurut Ramalan Jayabaya, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..

MENCARI RATU ADIL MENURUT RAMALAN JAYABAYA
MENCARI RATU ADIL MENURUT RAMALAN JAYABAYA


Rp 35.000

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
JudulMencari Ratu Adil Menurut Ramalan Jayabaya 
No. ISBN9789791683548
PenulisD. Soesetro & Zein al Arief 
PenerbitNARASI
Tanggal terbitFebruari 2014
Jumlah Halaman100
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriSeri Ramalan Sang Pujangga Nusantara
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis


Ramalan Jayabaya muncul sejak ratusan tahun yang lalu, yaitu sejak abad XII. Apa yang menarik dari ramalan Jayabaya adalah bahwa prediksi (ramalan) tersebut dianggap memiliki akurasi dan ketepatan tersendiri bahkan dalam konteks kehidupan hari ini. Menjadi wajar kemudian jika dalam situasi yang penuh kekacauan (chaos) seperti yang terjadi hari ini, orang banyak berpaling pada Ramalan Jayabaya untuk mencari jawaban dari suatu misteri. Misteri tentang kehancuran dan kejayaan bangsa Nusantara. Pengungkapan akan misteri ini menjadi sangat mungkin terutama pada saat berbagai analisis yang konon katanya ilmiah tidak sanggup memberikan jawaban yang memadai mengenai kacaunya situasi dan kondisi kehidupan dunia hari ini.

Ramalan Jayabaya terutama mengupas pelbagai hal menyangkut nasib  Jawa (Nuswantoro) sampai tahun 2100 nanti. Banyak orang mengakui bahwa Ramalan Jayabaya itu benar. Kenyataannya, banyak sekali kejadian yang cocok dengan apa yang terkandung dalam Ramalan Jayabaya. Misalnya, tentang penjajahan Jepang di Indonesia yang hanya berlangsung seumur jagung, datangnya benturan antara tradisi dan kebudayaan modern, datangnya bangsa berkulit pucat yang membawa tongkat yang bisa membunuh dari jauh dan bangsa berkulit kuning dari Utara ( jaman penjajahan ), “kreto mlaku tampo jaran”, “Prau mlaku ing nduwur awang-awang”, kereta tanpa kuda dan perahu yang berlayar di atas awan (mobil dan pesawat terbang?), dan bahkan (mungkin) Jayabaya juga meramalkan global warming, “Akeh udan salah mongso”, datangnya masa dimana hujan salah musim..serta berbagai hal menarik lainnya.

Siapakah Jayabaya? Kondisi apa yang sudah terjadi dan menjadi bukti kebenaran akan Ramalan Jayabaya? Siapa tokoh calon pemimpin Nusantara menurut Ramalan Jayabaya? serta apa rahasia-rahasia lain yang terkandung dalam Ramalan Jayabaya? Temukan semuanya dalam buku ini.

Bagi yang berminat pada buku Mencari Ratu Adil Menurut Ramalan Jayabaya, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..

RATU ADIL SEGERA DATANG !


RATU ADIL SEGERA DATANG !


Rp 70.000
Rp 60.000

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
JudulRatu Adil Segera Datang  
No. ISBN9786027968417
PenulisOtto Sukatno CR
PenerbitDiva Press
Tanggal terbitFebruari 2014
Jumlah Halaman233
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriSeri Ramalan Sang Pujangga Nusantara
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Negeri ini negeri besar, dengan kekayaan alam yang berserak di darat dan lautan, berpotensi menjadi poros dan garda depan; pemimpin sekaligus penggerak sejarah dan peradaban dunia. Sayangnya, negeri ini selalu gagal melahirkan sosok pemimpin ideal seperti yang dicita-citakan. Sehingga, nasib jutaan rakyat hanya dijadikan sebagai ajang akrobatik hasrat dan sindrom kuasa serta kekuasaan yang ada dalam diri penguasa.

Sehingga, diakui ataupun tidak, masyarakat, negara, dan bangsa ini dalam kenyataan praksis empirisnya kini sedang dihadapkan pada sindrom psikologi politik narsistik atas kekuasaan para pemimpinnya, sebuah patologi krisis kepemimpinan yang tak kunjung ada akhirnya. Karenanya, tak heran jika sebagian—besar—masyarakat ini senantiasa mengharapkan datangnya ratu adil, seorang tokoh yang (mungkin) pernah ada, hadir dan nyata, di negeri ini, tetapi kemudian pergi entah ke mana dan hanya menyisakan konsep, ajaran, serta tipe-tipe idealistis kepemimpinannya.

Lalu, siapa sesungguhnya ratu adil itu? Apakah ia benar-benar ada dan pernah hadir di negeri khatulistiwa ini? Ataukah ia hanya utopia belaka yang sengaja dihadirkan untuk menekan nyeri luka batin masyarakat nusantara?

Secara cerdas dan gamblang, Otto Sukarno CR. membeberkan konsepsi mengenai ratu adil di dalam buku ini. Ia tak semata mendasarkan analisisnya pada mitologi, tetapi juga sengaja memilih sudut pandang berbeda dan mencoba mengurutkan jalin-jemalin antara realitas sejarah bangsa ini dengan serakan beragam serat dan ramalan akan hadirnya sosok ratu adil, serta prediksinya akan langkah bangsa ini ke depan.

Bagi yang berminat pada buku Ratu Adil Segera Datang, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca!

RATU ADIL SEGERA DATANG !


Rp 70.000
Rp 60.000

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
JudulRatu Adil Segera Datang  
No. ISBN9786027968417
PenulisOtto Sukatno CR
PenerbitDiva Press
Tanggal terbitFebruari 2014
Jumlah Halaman233
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriSeri Ramalan Sang Pujangga Nusantara
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Negeri ini negeri besar, dengan kekayaan alam yang berserak di darat dan lautan, berpotensi menjadi poros dan garda depan; pemimpin sekaligus penggerak sejarah dan peradaban dunia. Sayangnya, negeri ini selalu gagal melahirkan sosok pemimpin ideal seperti yang dicita-citakan. Sehingga, nasib jutaan rakyat hanya dijadikan sebagai ajang akrobatik hasrat dan sindrom kuasa serta kekuasaan yang ada dalam diri penguasa.

Sehingga, diakui ataupun tidak, masyarakat, negara, dan bangsa ini dalam kenyataan praksis empirisnya kini sedang dihadapkan pada sindrom psikologi politik narsistik atas kekuasaan para pemimpinnya, sebuah patologi krisis kepemimpinan yang tak kunjung ada akhirnya. Karenanya, tak heran jika sebagian—besar—masyarakat ini senantiasa mengharapkan datangnya ratu adil, seorang tokoh yang (mungkin) pernah ada, hadir dan nyata, di negeri ini, tetapi kemudian pergi entah ke mana dan hanya menyisakan konsep, ajaran, serta tipe-tipe idealistis kepemimpinannya.

Lalu, siapa sesungguhnya ratu adil itu? Apakah ia benar-benar ada dan pernah hadir di negeri khatulistiwa ini? Ataukah ia hanya utopia belaka yang sengaja dihadirkan untuk menekan nyeri luka batin masyarakat nusantara?

Secara cerdas dan gamblang, Otto Sukarno CR. membeberkan konsepsi mengenai ratu adil di dalam buku ini. Ia tak semata mendasarkan analisisnya pada mitologi, tetapi juga sengaja memilih sudut pandang berbeda dan mencoba mengurutkan jalin-jemalin antara realitas sejarah bangsa ini dengan serakan beragam serat dan ramalan akan hadirnya sosok ratu adil, serta prediksinya akan langkah bangsa ini ke depan.

Bagi yang berminat pada buku Ratu Adil Segera Datang, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
2014 Hanya Menjual Buku | Google Indonesia Sponsors: Facebook, Rendi Syahputra