Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Seri Wacana Keislaman Kontemporer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seri Wacana Keislaman Kontemporer. Tampilkan semua postingan

ORIENTALISME & DIABOLISME PEMIKIRAN

ORIENTALISME & DIABOLISME PEMIKIRAN
ORIENTALISME & DIABOLISME PEMIKIRAN
Rp 99.000
Rp 89.000

PEMESANAN

085756777030



Detail Buku
JudulOrientalisme & Diabolisme Pemikiran   
No. ISBN 9789790770621
PenulisSyamsuddin Arif
PenerbitGema Insani Press
Tanggal terbit2008
Jumlah Halaman342
Berat Buku- 
Jenis CoverHard Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Pemikiran Islam Kontemporer 
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Penulis buku Orientalisme & Diabolisme Pemikiran ini  mengkritik para orientalis yang ‘senang’ mempertanyakan otentisitas Al-Qur’an. Penulis misalnya menyatakan, “Orientalis, semacam Jeffery, Wansbrough, bertolak dari asumsi yang keliru, menganggap al-Qur’an sebagai ‘dokumen tertulis’ atau teks, bukan sebagai ‘hafalan yang dibaca’ atau recitatio. Dengan asumsi yang keliru ini (yakni, memperlakukan Al-Qur’an sebagai karya tulis; taking “The Qur’an as Text”) mereka lantas mau menerapkan metode-metode filologi yang lazim digunakan dalam penelitian Bible, seperti historical criticism, source criticism, form criticism, dan textual criticism. Akibatnya, mereka menganggap Al-Qur’an sebagai karya sejarah (historical product), sekedar rekaman situasi dan refleksi budaya Arab abad ke-7 dan 8 Masehi.” Sebelumnya beliau menjelaskan bahwa Al-Qur’an pada dasarnya bukanlah ‘tulisan’ (rasm atau writing) tetapi merupakan ‘bacaan’ (qira’ah atau recitation) dalam arti ucapan dan sebutan. Proses pewahyuan Al-Qur’an maupun cara penyampaian, pengajaran dan periwayatannya dilakukan melalui lisan dan hafalan, bukan tulisan. Sejak zaman dahulu, yang dimaksud dengan ‘membaca’ Al-Qur’an adalah ‘membaca dari ingatan’ (qara’a ‘an zhahri qalbin atau to recite from memory). Tulisan hanya merupakan penunjang.

Buku Orientalis & Diabolisme Pemikiran ini menyajikan pembahasan yang sistematis. Pada bab pertama diuraikan gambaran umum tentang bagaimana posisi orientalis terhadap kajian keislaman, mencakup Al-Quran, hadits Nabi saw, teologi Islam, serta sufisme. Bab II mencakup tantangan ideologi global, khususnya Indonesia, seperti liberalisme, pluralisme agama, sekuralisme, feminisme dan isu gender, legitimasi fatwa MUI, rasisme, dan tirani di balik seni. Wacana keislaman mutakhir juga dijelaskan secara gamblang di bab selanjutnya, menjelaskan "senjata" kaum orientalis dalam menghancurkan Islam dan pada bab terakhir, penulis meluruskan statement negatif tentang sebagian ulama seperti Ibnu Arabi dan Ibnu Sina, juga memberikan amunisi bagi pembaca untuk mempertahankan kesehatan logika.

Dengan penguasaannya terhadap berbagai bahasa seperti Arab, Inggris, Greek, Latin, Jerman, Prancis, Hebrew dan Syriac serta pengalaman studi Ph.D. ke-2 beliau di Orientalisches Seminar, Johann Wolfgang Goethe Universitat Frankfurt, Jerman, maka keilmiahan dan obyektifitas buku ini tak perlu diragukan lagi.

“Suatu karya yang tidak dapat lahir kecuali dari seseorang yang memiliki framework yang jelas. Pendekatannya mengesankan seperti anti-Barat dan antikemapanan, padahal ini adalah upaya riil untuk berubah dan mengubah diri dari kondisi yang selama ini terhegemoni oleh framework dan worldview orientalis dan Barat.” - Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Phil. (Direktur INSISTS)

Bagi yang berminat pada buku Orientalisme & Diabolisme Pemikiran, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..


ORIENTALISME & DIABOLISME PEMIKIRAN
ORIENTALISME & DIABOLISME PEMIKIRAN
Rp 99.000
Rp 89.000

PEMESANAN

085756777030



Detail Buku
JudulOrientalisme & Diabolisme Pemikiran   
No. ISBN 9789790770621
PenulisSyamsuddin Arif
PenerbitGema Insani Press
Tanggal terbit2008
Jumlah Halaman342
Berat Buku- 
Jenis CoverHard Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Pemikiran Islam Kontemporer 
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Penulis buku Orientalisme & Diabolisme Pemikiran ini  mengkritik para orientalis yang ‘senang’ mempertanyakan otentisitas Al-Qur’an. Penulis misalnya menyatakan, “Orientalis, semacam Jeffery, Wansbrough, bertolak dari asumsi yang keliru, menganggap al-Qur’an sebagai ‘dokumen tertulis’ atau teks, bukan sebagai ‘hafalan yang dibaca’ atau recitatio. Dengan asumsi yang keliru ini (yakni, memperlakukan Al-Qur’an sebagai karya tulis; taking “The Qur’an as Text”) mereka lantas mau menerapkan metode-metode filologi yang lazim digunakan dalam penelitian Bible, seperti historical criticism, source criticism, form criticism, dan textual criticism. Akibatnya, mereka menganggap Al-Qur’an sebagai karya sejarah (historical product), sekedar rekaman situasi dan refleksi budaya Arab abad ke-7 dan 8 Masehi.” Sebelumnya beliau menjelaskan bahwa Al-Qur’an pada dasarnya bukanlah ‘tulisan’ (rasm atau writing) tetapi merupakan ‘bacaan’ (qira’ah atau recitation) dalam arti ucapan dan sebutan. Proses pewahyuan Al-Qur’an maupun cara penyampaian, pengajaran dan periwayatannya dilakukan melalui lisan dan hafalan, bukan tulisan. Sejak zaman dahulu, yang dimaksud dengan ‘membaca’ Al-Qur’an adalah ‘membaca dari ingatan’ (qara’a ‘an zhahri qalbin atau to recite from memory). Tulisan hanya merupakan penunjang.

Buku Orientalis & Diabolisme Pemikiran ini menyajikan pembahasan yang sistematis. Pada bab pertama diuraikan gambaran umum tentang bagaimana posisi orientalis terhadap kajian keislaman, mencakup Al-Quran, hadits Nabi saw, teologi Islam, serta sufisme. Bab II mencakup tantangan ideologi global, khususnya Indonesia, seperti liberalisme, pluralisme agama, sekuralisme, feminisme dan isu gender, legitimasi fatwa MUI, rasisme, dan tirani di balik seni. Wacana keislaman mutakhir juga dijelaskan secara gamblang di bab selanjutnya, menjelaskan "senjata" kaum orientalis dalam menghancurkan Islam dan pada bab terakhir, penulis meluruskan statement negatif tentang sebagian ulama seperti Ibnu Arabi dan Ibnu Sina, juga memberikan amunisi bagi pembaca untuk mempertahankan kesehatan logika.

Dengan penguasaannya terhadap berbagai bahasa seperti Arab, Inggris, Greek, Latin, Jerman, Prancis, Hebrew dan Syriac serta pengalaman studi Ph.D. ke-2 beliau di Orientalisches Seminar, Johann Wolfgang Goethe Universitat Frankfurt, Jerman, maka keilmiahan dan obyektifitas buku ini tak perlu diragukan lagi.

“Suatu karya yang tidak dapat lahir kecuali dari seseorang yang memiliki framework yang jelas. Pendekatannya mengesankan seperti anti-Barat dan antikemapanan, padahal ini adalah upaya riil untuk berubah dan mengubah diri dari kondisi yang selama ini terhegemoni oleh framework dan worldview orientalis dan Barat.” - Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Phil. (Direktur INSISTS)

Bagi yang berminat pada buku Orientalisme & Diabolisme Pemikiran, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..


FORMASI NALAR ARAB; Kritik Tradisi dan Wacana Agama

FORMASI NALAR ARAB; Kritik Tradisi dan Wacana Agama
FORMASI NALAR ARAB; Kritik Tradisi dan Wacana Agama
Rp 99.900
Rp 89.900

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
JudulFORMASI NALAR ARAB; Kritik Tradisi dan Wacana Agama
No. ISBN 9786022960539
PenulisMuh Abed Al-Jabiri
Penerbit
IRCiSoD
Tanggal terbit2015
Jumlah Halaman538
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)155 x 240 mm
KategoriEdisi Wacana Keislaman Kontemporer
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Abad ke-17 menandai dua peristiwa penting dalam sejarah peradaban dunia; awal kebangkitan dan dominasi Barat, sekaligus kemunduran dan kehancuran (Arab) Islam setelah kejayaannya selama beberapa abad. Inilah yang mendorong para intelektual Arab mencurahkan pemikirannya mencari pangkal keterpurukan dan selanjutnya merencanakan langkah strategis untuk bangkit kembali.

Sebagai bagian dari intelektual Arab, Abid al-Jabiri tampil dengan pemikiran yang segar dan cerdas. Dalam penelitiannya, ia menyimpulkan bahwa faktor keterpurukan bangsa Arab dan kegagalannya untuk bangkit kembali adalah karena upaya kebangkitan itu menyimpang dari mekanisme kebangkitan yang semestinya.

Lalu, seperti apakah mekanisme kebangkitan dunia Islam yang semestinya menurut Al-Jabiri, bagaimana seharusnya para intelektual Islam berpikir? Simak jawabannya di dalam buku Formasi Nalar Arab ini. Selamat menyelami pemikiran segar Al-Jabiri!

-    Mengenal Nalar Arab
-    Problematika Kultural Arab
-    Kerangka Pemikiran Arab
-    Formasi Sistem Pengetahuan Bayani
-    Formasi Sistem Pengetahuan Irfani
-    Formasi Sistem Pengetahuan Burhani
-    Tersingkirnya Nalar Arab Islam, dll.

Bagi yang berminat pada buku FORMASI NALAR ARAB; Kritik Tradisi dan Wacana Agama, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..
FORMASI NALAR ARAB; Kritik Tradisi dan Wacana Agama
FORMASI NALAR ARAB; Kritik Tradisi dan Wacana Agama
Rp 99.900
Rp 89.900

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
JudulFORMASI NALAR ARAB; Kritik Tradisi dan Wacana Agama
No. ISBN 9786022960539
PenulisMuh Abed Al-Jabiri
Penerbit
IRCiSoD
Tanggal terbit2015
Jumlah Halaman538
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)155 x 240 mm
KategoriEdisi Wacana Keislaman Kontemporer
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Abad ke-17 menandai dua peristiwa penting dalam sejarah peradaban dunia; awal kebangkitan dan dominasi Barat, sekaligus kemunduran dan kehancuran (Arab) Islam setelah kejayaannya selama beberapa abad. Inilah yang mendorong para intelektual Arab mencurahkan pemikirannya mencari pangkal keterpurukan dan selanjutnya merencanakan langkah strategis untuk bangkit kembali.

Sebagai bagian dari intelektual Arab, Abid al-Jabiri tampil dengan pemikiran yang segar dan cerdas. Dalam penelitiannya, ia menyimpulkan bahwa faktor keterpurukan bangsa Arab dan kegagalannya untuk bangkit kembali adalah karena upaya kebangkitan itu menyimpang dari mekanisme kebangkitan yang semestinya.

Lalu, seperti apakah mekanisme kebangkitan dunia Islam yang semestinya menurut Al-Jabiri, bagaimana seharusnya para intelektual Islam berpikir? Simak jawabannya di dalam buku Formasi Nalar Arab ini. Selamat menyelami pemikiran segar Al-Jabiri!

-    Mengenal Nalar Arab
-    Problematika Kultural Arab
-    Kerangka Pemikiran Arab
-    Formasi Sistem Pengetahuan Bayani
-    Formasi Sistem Pengetahuan Irfani
-    Formasi Sistem Pengetahuan Burhani
-    Tersingkirnya Nalar Arab Islam, dll.

Bagi yang berminat pada buku FORMASI NALAR ARAB; Kritik Tradisi dan Wacana Agama, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..

AGAMA RAMAH LINGKUNGAN PERSPEKTIF AL-QUR'AN

AGAMA RAMAH LINGKUNGAN PERSPEKTIF AL-QUR'AN
AGAMA RAMAH LINGKUNGAN PERSPEKTIF AL-QUR'AN
Rp 75.000
Rp 65.000

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
JudulAgama Ramah Lingkungan Perspektif Al-Qur'an  
No. ISBN979-8321-57-X
PenulisMujiyono Abdillah
PenerbitParamadina
Tanggal terbitSeptember - 2001
Jumlah Halaman235
Berat Buku
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriKebangkitan Nusantara
Bonus- 
Text BahasaIndonesia

Sinopsis

Teologi lingkungan konvensional menuduh Tuhan sebagai penanggungjawab terjadinya bebrbagai bencana alam - dari banjir Nabi Nuh sampai meluapnya Ciliwung. Buku ini menggugat pola penafsiran yang memahami fenomena ekologi sebagai fenomena teologi, sehingga bencana alam harus dipahami sebagai dampak perilaku manusia yang menentang sunnah lingkungan, bukan sebagai kutukan Tuhan.

Titik balik kajian kritis ini adalah kenyataan bahwa sejauh ini paham Islam tentang lingkungan belum dikembangkan menjadi konsep teologi yang komprehensip yang mencocoki kebutuhan aktual. Karenanya tawaran konsep ekoteologi dalam buku ini berpeluang untuk diapresiasi baik secara ilmiah akademis maupun ilmiah aplikatif.

Bagi yang berminat pada buku Agama Ramah Lingkungan Perspektif Al-Qur'an, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..

AGAMA RAMAH LINGKUNGAN PERSPEKTIF AL-QUR'AN
AGAMA RAMAH LINGKUNGAN PERSPEKTIF AL-QUR'AN
Rp 75.000
Rp 65.000

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
JudulAgama Ramah Lingkungan Perspektif Al-Qur'an  
No. ISBN979-8321-57-X
PenulisMujiyono Abdillah
PenerbitParamadina
Tanggal terbitSeptember - 2001
Jumlah Halaman235
Berat Buku
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriKebangkitan Nusantara
Bonus- 
Text BahasaIndonesia

Sinopsis

Teologi lingkungan konvensional menuduh Tuhan sebagai penanggungjawab terjadinya bebrbagai bencana alam - dari banjir Nabi Nuh sampai meluapnya Ciliwung. Buku ini menggugat pola penafsiran yang memahami fenomena ekologi sebagai fenomena teologi, sehingga bencana alam harus dipahami sebagai dampak perilaku manusia yang menentang sunnah lingkungan, bukan sebagai kutukan Tuhan.

Titik balik kajian kritis ini adalah kenyataan bahwa sejauh ini paham Islam tentang lingkungan belum dikembangkan menjadi konsep teologi yang komprehensip yang mencocoki kebutuhan aktual. Karenanya tawaran konsep ekoteologi dalam buku ini berpeluang untuk diapresiasi baik secara ilmiah akademis maupun ilmiah aplikatif.

Bagi yang berminat pada buku Agama Ramah Lingkungan Perspektif Al-Qur'an, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..

JAHILIYAH KONTEMPORER & HEGEMONI NALAR KEKERASAN

JAHILIYAH KONTEMPORER & HEGEMONI NALAR KEKERASAN
JAHILIYAH KONTEMPORER & HEGEMONI NALAR KEKERASAN

Rp 75.000
Rp 65.000

PEMESANAN


085756777030


Detail Buku
JudulJahiliyah Kontemporer & Hegemoni Nalar Kekerasan  
No. ISBN-
PenulisAbd A'la
PenerbitLKiS
Tanggal terbit2014
Jumlah Halaman183
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Wacana Keislaman kontemporer
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis


JAHILIYAH KONTEMPORER & HEGEMONI NALAR KEKERASAN
JAHILIYAH KONTEMPORER & HEGEMONI NALAR KEKERASAN

Rp 75.000
Rp 65.000

PEMESANAN


085756777030


Detail Buku
JudulJahiliyah Kontemporer & Hegemoni Nalar Kekerasan  
No. ISBN-
PenulisAbd A'la
PenerbitLKiS
Tanggal terbit2014
Jumlah Halaman183
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Wacana Keislaman kontemporer
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis


ISLAM TANPA EKSTRIMISME

ISLAM TANPA EKSTRIMISME
ISLAM TANPA EKSTRIMISME

Rp 80.000
Rp 70.000

PEMESANAN


085756777030


Detail Buku
JudulIslam Tanpa Ekstrimisme  
No. ISBN9786020244846
PenulisMustafa Akyol
PenerbitQuanta
Tanggal terbit2014
Jumlah Halaman 363
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Wacana Keislaman Kontemporer
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis

Dalam tenunan narasi pribadi yang menyentuh ini, Mustafa Akyol menerangi satu tantangan sentral mengenai relasi Timur-Barat saat ini: adaptasi Islam terhadap modernitas. Ia menelusuri garis langsung para sarjana Islam yang tercerahkan pada pada Abad Pertengahan dengan rekan-rekannya di dunia kontemporer, sambil menggaris bawahi perbedaan antara islamisme progesif dengan ketegangan-ketegangan politik Islam yang lebih kontroversial. Melalui buku yang baik ini, ia mencoba menyatukan pelajaran dari Turki`baik Utsmani maupun Kemalis`untuk masyarakat Muslim lainnya dan bahkan Barat.
- PARAG KHANNA, Senior Fellow, New America Foundation, pengarang buku The Second World and How to Run the World

Mustafa Akyol menelusuri sejarah liberalisme Islam yang terlupakan dan menyediakan jalan intelektual untuk liberalisasi yang sedang berkembang saat ini. Kasusnya menarik, datang dari seorang Muslim beriman dan juga liberal. Buku ini harus dibaca oleh orang-orang Amerika dan juga seluruh kaum beragama yang berkomitmen.
- KRIS ALAN MAUREN, Direktur eksekutif, Acton Institute for the Study of Religion and Liberty

Pada saat pemahaman dan interpretasi keyakinan umat Islam dan prakteknya tidak pernah menjadi persoalan lagi, Mustafa Akyol menghadirkan kasus meyakinkan mengenai sumber-sumber liberalisme dan demokrasi yang ada di dalam Islam. Dalam buku yang layak dibaca dan bernilai tinggi ini, Akyol mengutip peristiwa-peristiwa penting, gerakan-gerakan, ide-ide dalam Islam yang sedikit diketahui oleh non Muslim`dan bahkan bagi kebanyakan umat Islam`,yang mengasumsikan bahwa tafsir otoritarian dan kaku atas Islam adalah "Islam yang sebenarnya." Akyol bersemangat menjelaskan mengapa itu terjadi dan berharap untuk sebuah evolusi liberal masa depan, pemikiran demokratik dan prakteknya dalam masyarakat Islam.

- GRAHAM FULLER, Penulis A World without Islam


Bagi yang berminat pada buku Islam Tanpa Kekerasan, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..
ISLAM TANPA EKSTRIMISME
ISLAM TANPA EKSTRIMISME

Rp 80.000
Rp 70.000

PEMESANAN


085756777030


Detail Buku
JudulIslam Tanpa Ekstrimisme  
No. ISBN9786020244846
PenulisMustafa Akyol
PenerbitQuanta
Tanggal terbit2014
Jumlah Halaman 363
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Wacana Keislaman Kontemporer
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis

Dalam tenunan narasi pribadi yang menyentuh ini, Mustafa Akyol menerangi satu tantangan sentral mengenai relasi Timur-Barat saat ini: adaptasi Islam terhadap modernitas. Ia menelusuri garis langsung para sarjana Islam yang tercerahkan pada pada Abad Pertengahan dengan rekan-rekannya di dunia kontemporer, sambil menggaris bawahi perbedaan antara islamisme progesif dengan ketegangan-ketegangan politik Islam yang lebih kontroversial. Melalui buku yang baik ini, ia mencoba menyatukan pelajaran dari Turki`baik Utsmani maupun Kemalis`untuk masyarakat Muslim lainnya dan bahkan Barat.
- PARAG KHANNA, Senior Fellow, New America Foundation, pengarang buku The Second World and How to Run the World

Mustafa Akyol menelusuri sejarah liberalisme Islam yang terlupakan dan menyediakan jalan intelektual untuk liberalisasi yang sedang berkembang saat ini. Kasusnya menarik, datang dari seorang Muslim beriman dan juga liberal. Buku ini harus dibaca oleh orang-orang Amerika dan juga seluruh kaum beragama yang berkomitmen.
- KRIS ALAN MAUREN, Direktur eksekutif, Acton Institute for the Study of Religion and Liberty

Pada saat pemahaman dan interpretasi keyakinan umat Islam dan prakteknya tidak pernah menjadi persoalan lagi, Mustafa Akyol menghadirkan kasus meyakinkan mengenai sumber-sumber liberalisme dan demokrasi yang ada di dalam Islam. Dalam buku yang layak dibaca dan bernilai tinggi ini, Akyol mengutip peristiwa-peristiwa penting, gerakan-gerakan, ide-ide dalam Islam yang sedikit diketahui oleh non Muslim`dan bahkan bagi kebanyakan umat Islam`,yang mengasumsikan bahwa tafsir otoritarian dan kaku atas Islam adalah "Islam yang sebenarnya." Akyol bersemangat menjelaskan mengapa itu terjadi dan berharap untuk sebuah evolusi liberal masa depan, pemikiran demokratik dan prakteknya dalam masyarakat Islam.

- GRAHAM FULLER, Penulis A World without Islam


Bagi yang berminat pada buku Islam Tanpa Kekerasan, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..

KONTROVERSI AL-QURAN THOMAS JEFFERSON

KONTROVERSI AL-QURAN THOMAS JEFFERSON
KONTROVERSI AL-QURAN THOMAS JEFFERSON

Rp 100.000
Rp 90.000

PEMESANAN


085756777030


Detail Buku
JudulKontroversi Al-Quran Thomas Jefferson  
No. ISBN978-602-9193-46-6
PenulisDenise A. Spellberg
PenerbitAlvabet
Tanggal terbitApril - 2014
Jumlah Halaman466
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)15 cm x 23 cm
KategoriEdisi Wacana Keislaman Kontemporer
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis

Pada 1765, sebelas tahun menjelang Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat (AS), Thomas Jefferson membeli al-Quran. Rupanya, ini hanya menandai awal dari minatnya yang panjang terhadap Islam. Memang, setelah itu ia terus mencari sejumlah buku tentang bahasa, sejarah, dan perkembangan Timur Tengah. Jefferson pun intensif memahami Islam meskipun hal itu dinilai menghina keimanannya, sebuah sentimen umum yang berlaku di kalangan Protestan kala itu di Inggris dan Amerika. Syah dan, sejak 1776, Jefferson telah membayangkan kaum Muslim sebagai warga Negara masa depan bagi negeri barunya, AS.

Buku ini mengungkapkan cerita penting yang sedikit diketahui ihwal riwayat kebebasan agama di AS; sebuah drama di mana Islam memainkan peran mengejutkan. Denise A. Spellberg menceritakan bagaimana para Pendiri Amerika Serikat—Jefferson termasuk yang terkemuka di antaranya—tertarik pada ide-ide Pencerahan perihal toleransi Muslim untuk menciptakan landasan praktis pemerintahan Amerika yang tengah sengit diperdebatkan. Dalam hal ini, kaum Muslim, yang kala itu bahkan tak diketahui eksistensinya di koloni itu, menjadi batas imajinasi terjauh bagi pluralisme keagamaan Amerika, yang juga mencakup kaum Yahudi dan Katolik sebagai minoritas sebenarnya.

Kini, selagi kecurigaan Barat terhadap Islam terus hidup dan jumlah warga Muslim di AS kian tumbuh menjadi jutaan, cerita Spellberg yang mengungkap gagasan revolusioner para Pendiri AS ini sangat penting diketahui. Di tengah menguatnya keyakinan ihwal benturan peradaban antara Islam dan Barat, buku ini menjadi bacaan yang tepat untuk merajut kembali harapan akan perdamaian dunia.


“Spellberg mengeksplorasi bagaimana para Pendiri Amerika Serikat merumuskan toleransi beragama sebagai cita-cita utama negaranya, tidak hanya untuk kelompok Protestan, tetapi juga bagi warga Muslim di masa depan.
—Ali Asani, Profesor dan Direktur The Prince Alwaleed bin Talal Islamic Studies Program, Harvard University

“Dengan menekankan pada pemahaman Jefferson atas Islam, Spellberg menuturkan cerita yang segar… dan menunjukkan kepada kita bahwa masa lalu, meskipun tidak sempurna, masih menyimpan banyak pelajaran berharga bagi kita di masa kini.”
—Jon Meacham, Pemenang hadiah Pulitzer Prize

“Luar biasa... Spellberg memaparkan konteks sejarah yang sangat berharga bagi perjuangan untuk toleransi beragama. Buku ini merupakan langkah penting menuju inklusivitas dalam pembangunan kehidupan beragama….”
—Jonathan P. Berkey, San Francisco Chronicle

“Tak seorang pun dari kalangan Pagan, Muslim, ataupun Yahudi boleh dikucilkan dari hak-hak sipil Persemakmuran karena agamanya.”
—Thomas Jefferson, mengutip John Locke, 1776

Bagi yang berminat pada buku Kontroversi Al-Quran Thomas Jefferson, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..
KONTROVERSI AL-QURAN THOMAS JEFFERSON
KONTROVERSI AL-QURAN THOMAS JEFFERSON

Rp 100.000
Rp 90.000

PEMESANAN


085756777030


Detail Buku
JudulKontroversi Al-Quran Thomas Jefferson  
No. ISBN978-602-9193-46-6
PenulisDenise A. Spellberg
PenerbitAlvabet
Tanggal terbitApril - 2014
Jumlah Halaman466
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)15 cm x 23 cm
KategoriEdisi Wacana Keislaman Kontemporer
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis

Pada 1765, sebelas tahun menjelang Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat (AS), Thomas Jefferson membeli al-Quran. Rupanya, ini hanya menandai awal dari minatnya yang panjang terhadap Islam. Memang, setelah itu ia terus mencari sejumlah buku tentang bahasa, sejarah, dan perkembangan Timur Tengah. Jefferson pun intensif memahami Islam meskipun hal itu dinilai menghina keimanannya, sebuah sentimen umum yang berlaku di kalangan Protestan kala itu di Inggris dan Amerika. Syah dan, sejak 1776, Jefferson telah membayangkan kaum Muslim sebagai warga Negara masa depan bagi negeri barunya, AS.

Buku ini mengungkapkan cerita penting yang sedikit diketahui ihwal riwayat kebebasan agama di AS; sebuah drama di mana Islam memainkan peran mengejutkan. Denise A. Spellberg menceritakan bagaimana para Pendiri Amerika Serikat—Jefferson termasuk yang terkemuka di antaranya—tertarik pada ide-ide Pencerahan perihal toleransi Muslim untuk menciptakan landasan praktis pemerintahan Amerika yang tengah sengit diperdebatkan. Dalam hal ini, kaum Muslim, yang kala itu bahkan tak diketahui eksistensinya di koloni itu, menjadi batas imajinasi terjauh bagi pluralisme keagamaan Amerika, yang juga mencakup kaum Yahudi dan Katolik sebagai minoritas sebenarnya.

Kini, selagi kecurigaan Barat terhadap Islam terus hidup dan jumlah warga Muslim di AS kian tumbuh menjadi jutaan, cerita Spellberg yang mengungkap gagasan revolusioner para Pendiri AS ini sangat penting diketahui. Di tengah menguatnya keyakinan ihwal benturan peradaban antara Islam dan Barat, buku ini menjadi bacaan yang tepat untuk merajut kembali harapan akan perdamaian dunia.


“Spellberg mengeksplorasi bagaimana para Pendiri Amerika Serikat merumuskan toleransi beragama sebagai cita-cita utama negaranya, tidak hanya untuk kelompok Protestan, tetapi juga bagi warga Muslim di masa depan.
—Ali Asani, Profesor dan Direktur The Prince Alwaleed bin Talal Islamic Studies Program, Harvard University

“Dengan menekankan pada pemahaman Jefferson atas Islam, Spellberg menuturkan cerita yang segar… dan menunjukkan kepada kita bahwa masa lalu, meskipun tidak sempurna, masih menyimpan banyak pelajaran berharga bagi kita di masa kini.”
—Jon Meacham, Pemenang hadiah Pulitzer Prize

“Luar biasa... Spellberg memaparkan konteks sejarah yang sangat berharga bagi perjuangan untuk toleransi beragama. Buku ini merupakan langkah penting menuju inklusivitas dalam pembangunan kehidupan beragama….”
—Jonathan P. Berkey, San Francisco Chronicle

“Tak seorang pun dari kalangan Pagan, Muslim, ataupun Yahudi boleh dikucilkan dari hak-hak sipil Persemakmuran karena agamanya.”
—Thomas Jefferson, mengutip John Locke, 1776

Bagi yang berminat pada buku Kontroversi Al-Quran Thomas Jefferson, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..

NGAJI QUR'AN DI ZAMAN EDAN

NGAJI QUR'AN DI ZAMAN EDAN
NGAJI QUR'AN DI ZAMAN EDAN


Rp 110.000
Rp 100.000

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
Judul
NGAJI QUR'AN DI ZAMAN EDAN
No. ISBN
978-602-290-009-2 
PenulisZiauddin Sardar
PenerbitSerambi
Tanggal terbit2014
Jumlah Halaman639
Berat Buku550 gram 
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)150 x 230 mm 
KategoriSeri Wacana Keislaman Kontemporer
Bonus- 
Text Bahasa

Sinopsis


Kebanyakan muslim memiliki hubungan yang akrab dan emosional dengan Alquran. Mereka mulai belajar Alquran sejak di pangkuan sang ibu.Mengaji dengan penuh kedisiplinan. Namun, hubungan itu kerap menjadi rumit kala seseorang hendak beranjak memahami makna, lebih dari sekadar membaca kata-kata Alquran; saat hendak mengkaji arti, lebih dari sekadar mengaji kalimat-kalimat Kitab Suci.

Apakah mesti mengerti tata bahasa Arab untuk mengkaji Alquran?
Apakah harus memahami ilmu tafsir untuk memahami makna ayat-ayat Alquran?

Ziauddin Sardar menyatakan, keterbatasan kita akan tata bahas Arab atau perangkat keilmuan lainnya tak menghapus hak kita membedah kandungan Alquran. Setiap muslim harus berupaya mengkaji makna Alquran—tak cukup hanya mengaji kalimat-kalimatnya.

Atas semangat itulah Sardar menulis buku ini: sebuah usaha memahami arti Alquran pada abad ke-21 ini. Buku ini menegaskan keniscayaan mengkaji Alquran sesuai konteks dan menyoroti relevansi ajaran-ajarannya terhadap persoalan-persoalan kekinian.

Sardar berusaha merevitalisasi peran Islam dalam berkontribusi terhadap masalah-masalah kontemporer: kekuasaan dan politik, sains dan teknologi, alam, hukum syariah, relasi suami-istri, poligami, seks, kekerasan dalam rumah tangga, jilbab, bunuh diri, kebebasan berekspresi, evolusi, dan lain-lain. Sardar meneropong masalah-masalah itu lewat Kitab Suci agama Islam sendiri, Alquran. Ia berhasil menghubungkan masa lalu dan masa kini yang kompleks dalam jalinan yang cemerlang.

Berbekal buku ini, pembaca—muslim dan nonmuslim—seyogianya mampu menggali inspirasi tak kunjung henti dari Alquran untuk membentuk wawasan modern dan menghadapi isu-isu penting di tataran lokal maupun global. Buku jernih, ilmiah, dan menarik ini benar-benar hadir tepat waktu. Buku ini membawa pembaca ke perjalanan spiritual dan intelektual yang penting bagi umat muslim dan nonmuslim serta membahas sejumlah kebutuhan paling mendesak pada zaman kita.
—Karen Armstrong

Ziauddin Sardar adalah penulis, penyiar, dan kritikus budaya. Dikenal sebagai cendekiawan pioner dalam studi-studi futuristik, Sardar kini adalah editor dua jurnal bergengsi, Futures dan Third Text. Ratusan artikelnya bertebaran di media massa internasional terkemuka. Di tengah jadwalnya yang padat sebagai pembicara dan visiting professor Postcolonial Studies di City University, London, Sardar masih produktif menulis buku. Karya-karyanya yang terbaru, antara lain: Postmodernism and the Other (1998), Orientalism (1999), Alien R Us (2002), The A to Z of Postmodern Life (2002), dan best-seller internasional Introducing Islam (1992; 2001).

Bagi yang berminat pada buku NGAJI QUR'AN DI ZAMAN EDAN, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..
NGAJI QUR'AN DI ZAMAN EDAN
NGAJI QUR'AN DI ZAMAN EDAN


Rp 110.000
Rp 100.000

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
Judul
NGAJI QUR'AN DI ZAMAN EDAN
No. ISBN
978-602-290-009-2 
PenulisZiauddin Sardar
PenerbitSerambi
Tanggal terbit2014
Jumlah Halaman639
Berat Buku550 gram 
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)150 x 230 mm 
KategoriSeri Wacana Keislaman Kontemporer
Bonus- 
Text Bahasa

Sinopsis


Kebanyakan muslim memiliki hubungan yang akrab dan emosional dengan Alquran. Mereka mulai belajar Alquran sejak di pangkuan sang ibu.Mengaji dengan penuh kedisiplinan. Namun, hubungan itu kerap menjadi rumit kala seseorang hendak beranjak memahami makna, lebih dari sekadar membaca kata-kata Alquran; saat hendak mengkaji arti, lebih dari sekadar mengaji kalimat-kalimat Kitab Suci.

Apakah mesti mengerti tata bahasa Arab untuk mengkaji Alquran?
Apakah harus memahami ilmu tafsir untuk memahami makna ayat-ayat Alquran?

Ziauddin Sardar menyatakan, keterbatasan kita akan tata bahas Arab atau perangkat keilmuan lainnya tak menghapus hak kita membedah kandungan Alquran. Setiap muslim harus berupaya mengkaji makna Alquran—tak cukup hanya mengaji kalimat-kalimatnya.

Atas semangat itulah Sardar menulis buku ini: sebuah usaha memahami arti Alquran pada abad ke-21 ini. Buku ini menegaskan keniscayaan mengkaji Alquran sesuai konteks dan menyoroti relevansi ajaran-ajarannya terhadap persoalan-persoalan kekinian.

Sardar berusaha merevitalisasi peran Islam dalam berkontribusi terhadap masalah-masalah kontemporer: kekuasaan dan politik, sains dan teknologi, alam, hukum syariah, relasi suami-istri, poligami, seks, kekerasan dalam rumah tangga, jilbab, bunuh diri, kebebasan berekspresi, evolusi, dan lain-lain. Sardar meneropong masalah-masalah itu lewat Kitab Suci agama Islam sendiri, Alquran. Ia berhasil menghubungkan masa lalu dan masa kini yang kompleks dalam jalinan yang cemerlang.

Berbekal buku ini, pembaca—muslim dan nonmuslim—seyogianya mampu menggali inspirasi tak kunjung henti dari Alquran untuk membentuk wawasan modern dan menghadapi isu-isu penting di tataran lokal maupun global. Buku jernih, ilmiah, dan menarik ini benar-benar hadir tepat waktu. Buku ini membawa pembaca ke perjalanan spiritual dan intelektual yang penting bagi umat muslim dan nonmuslim serta membahas sejumlah kebutuhan paling mendesak pada zaman kita.
—Karen Armstrong

Ziauddin Sardar adalah penulis, penyiar, dan kritikus budaya. Dikenal sebagai cendekiawan pioner dalam studi-studi futuristik, Sardar kini adalah editor dua jurnal bergengsi, Futures dan Third Text. Ratusan artikelnya bertebaran di media massa internasional terkemuka. Di tengah jadwalnya yang padat sebagai pembicara dan visiting professor Postcolonial Studies di City University, London, Sardar masih produktif menulis buku. Karya-karyanya yang terbaru, antara lain: Postmodernism and the Other (1998), Orientalism (1999), Alien R Us (2002), The A to Z of Postmodern Life (2002), dan best-seller internasional Introducing Islam (1992; 2001).

Bagi yang berminat pada buku NGAJI QUR'AN DI ZAMAN EDAN, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..

TURN CONSERVATIVE; Islam dalam Ancaman Fundamentalisme


TURN CONSERVATIVE; Islam dalam Ancaman Fundamentalisme
TURN CONSERVATIVE; Islam dalam Ancaman Fundamentalisme

Rp 89.000
Rp 79.000

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
JudulTURN CONSERVATIVE; Islam dalam Ancaman Fundamentalisme 
No. ISBN
PenulisMoch Nur Ichwan
PenerbitMizan
Tanggal terbit2014
Jumlah Halaman
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriSeri Wacana Keislaman Kontemporer
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Buku ini ingin berbicara tentang “Islam Indonesia”. Titik berangkatnya adalah apa yang diamati sebagai conservative turn, yaitu pergeseran atau pembalikan wajah Islam Indonesia ke arah yang konservatif. Empat studi spesifik di sini dengan teliti dan sangat menarik menggambarkan perubahan itu. Indikator pergeseran konservatif yang diberikan di sini amat beragam, mulai dari konflik besar di antara komunitas Muslim dan Kristen di beberapa tempat; pemboman di Jakarta dan Bali dengan korban ratusan orang; juga upaya memasukkan kembali tujuh kata Piagam Jakarta ke amandemen UUD 1945, yang diikuti dengan munculnya perda syariah di beberapa wilayah Indonesia; kemunculan gerakan-gerakan baru seperti HTI dan Salafi; dan, yang disebut sebagai ungkapan terjelas pergeseran itu, serangkaian fatwa kontroversial MUI yang muncul pada 2005.

Wajah baru pasca Reformasi ini dikontraskan dengan “wajah Islam yang tersenyum” di masa Orde Baru, yaitu diskursus keislaman yang toleran dan terbuka, sebagaimana dihadirkan Nurcholish Madjid dan Abdurrachman Wahid. Wacana itu mendukung program pembangunan pemerintah, menerima ideologi Pancasila, mengembangkan hubungan harmonis dengan non-Muslim, dan menolak gagasan negara Islam. Adanya diskursus-diskursus yang lain tak dinafikan, namun pada masa kejayaannya, diskursus itu bersifat dominan bahkan mungkin hegemonik. Ia mendapat perhatian media massa, berpengaruh diuniversitas, juga Departemen Agama. Pergeseran yang terjadi tak berarti wacana terbuka itu hilang, namun tak lagi dominan, dan inisiatif untuk mendefinisikan wacana keislaman itu  kini ada pada Muslim konservatif dan fundamentalis.

Buku ini menampilkan, dalam detail empat kasus, kompleksitas perubahan konstelasi Muslim Indonesia. Dari gambaran terinci itu, mungkin belum cukup alasan mengatakan bahwa kaum toleran-terbuka telah tersisih. Tapi kita tahu juga betapa makin kompleksnya arena permainan, sebagai konsekuensi demokratisasi, dan kemungkinan terjadinya koalisi-koalisi yang bisa mengubah arena dengan signifikan.

Pertanyaan yang tersisa kini, sejauh mana kaum Muslim toleran-terbuka, yang tak terlalu banyak diteliti dalam buku ini, mampu menjawab tantangan itu dalam situasi politik yang lebih demokratis, dengan segala konsekuensinya yang tak selalu menguntungkan mereka.

Bagi yang berminat pada buku TURN CONSERVATIVE; Islam dalam Ancaman Fundamentalisme, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..




TURN CONSERVATIVE; Islam dalam Ancaman Fundamentalisme
TURN CONSERVATIVE; Islam dalam Ancaman Fundamentalisme

Rp 89.000
Rp 79.000

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
JudulTURN CONSERVATIVE; Islam dalam Ancaman Fundamentalisme 
No. ISBN
PenulisMoch Nur Ichwan
PenerbitMizan
Tanggal terbit2014
Jumlah Halaman
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriSeri Wacana Keislaman Kontemporer
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Buku ini ingin berbicara tentang “Islam Indonesia”. Titik berangkatnya adalah apa yang diamati sebagai conservative turn, yaitu pergeseran atau pembalikan wajah Islam Indonesia ke arah yang konservatif. Empat studi spesifik di sini dengan teliti dan sangat menarik menggambarkan perubahan itu. Indikator pergeseran konservatif yang diberikan di sini amat beragam, mulai dari konflik besar di antara komunitas Muslim dan Kristen di beberapa tempat; pemboman di Jakarta dan Bali dengan korban ratusan orang; juga upaya memasukkan kembali tujuh kata Piagam Jakarta ke amandemen UUD 1945, yang diikuti dengan munculnya perda syariah di beberapa wilayah Indonesia; kemunculan gerakan-gerakan baru seperti HTI dan Salafi; dan, yang disebut sebagai ungkapan terjelas pergeseran itu, serangkaian fatwa kontroversial MUI yang muncul pada 2005.

Wajah baru pasca Reformasi ini dikontraskan dengan “wajah Islam yang tersenyum” di masa Orde Baru, yaitu diskursus keislaman yang toleran dan terbuka, sebagaimana dihadirkan Nurcholish Madjid dan Abdurrachman Wahid. Wacana itu mendukung program pembangunan pemerintah, menerima ideologi Pancasila, mengembangkan hubungan harmonis dengan non-Muslim, dan menolak gagasan negara Islam. Adanya diskursus-diskursus yang lain tak dinafikan, namun pada masa kejayaannya, diskursus itu bersifat dominan bahkan mungkin hegemonik. Ia mendapat perhatian media massa, berpengaruh diuniversitas, juga Departemen Agama. Pergeseran yang terjadi tak berarti wacana terbuka itu hilang, namun tak lagi dominan, dan inisiatif untuk mendefinisikan wacana keislaman itu  kini ada pada Muslim konservatif dan fundamentalis.

Buku ini menampilkan, dalam detail empat kasus, kompleksitas perubahan konstelasi Muslim Indonesia. Dari gambaran terinci itu, mungkin belum cukup alasan mengatakan bahwa kaum toleran-terbuka telah tersisih. Tapi kita tahu juga betapa makin kompleksnya arena permainan, sebagai konsekuensi demokratisasi, dan kemungkinan terjadinya koalisi-koalisi yang bisa mengubah arena dengan signifikan.

Pertanyaan yang tersisa kini, sejauh mana kaum Muslim toleran-terbuka, yang tak terlalu banyak diteliti dalam buku ini, mampu menjawab tantangan itu dalam situasi politik yang lebih demokratis, dengan segala konsekuensinya yang tak selalu menguntungkan mereka.

Bagi yang berminat pada buku TURN CONSERVATIVE; Islam dalam Ancaman Fundamentalisme, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..



KETIKA MAKKAH MENJADI SEPERTI LAS VEGAS - Agama, Politik, dan Ideologi

KETIKA MAKKAH MENJADI SEPERTI LAS VEGAS - Agama, Politik, dan Ideologi
KETIKA MAKKAH MENJADI SEPERTI LAS VEGAS - Agama, Politik, dan Ideologi


Rp.150.000
Rp. 137.000

PEMESANAN

085756777030



Detail Buku
JudulKETIKA MAKKAH MENJADI SEPERTI LAS VEGAS - Agama, Politik, dan Ideologi  
No. ISBN9786020302669
PenulisMirza Tirta Kusuma
PenerbitGramedia Pustaka Utama
Tanggal terbitApril 2014
Jumlah Halaman452
Berat Buku234 gr
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)150 x 230 mm
KategoriSeri Wacana Keagamaan Kontemporer
Bonus-  
Text BahasaIndonesia
Sinopsis

Ketika agama menjadi empty shell, kekosongannya akan segera diisi oleh hal-hal yang bersifat keduniawian dalam segala bentuknya. Agama dengan simbol-simbol tradisionalnya akan berubah  menjadi sekadar "formula sukses" dan Tuhan cuma diperlakukan sebagai, dalam bahasa Fromm, “a partner in  business.”

Demikianlah, ketika kekuatan kapitalis mendistorsi konsep agama, agama terancam tinggal menjadi semacam tubuh yang kehilangan kepala dan jantung hatinya, tinggal menjadi wujud tanpa signifikansi. Agama terkooptasi; kekuatannya justru merongrong misi sucinya, bahkan boleh jadi malah menjadi pelindung agen para pendosa. Agama menjadi apa yang oleh Leo Yang Agung disebut sebagai a respectable cloak for sin, “jubah mulia bagi berbagai dosa", kehilangan moralitas, kehilangan yang “suci”, “baik” dan “adil”. Lalu,  yang tertinggal hanyalah serangkaian kepercayaan, ritualisme kosong makna, atau paling banter semacam etiket. Ketaatan terhadapnya malah menjadi ironi bagi misi sucinya.

Ketika Makkah Menjadi Seperti Las Vegas adalah suara keprihatinan yang mengajak kita untuk menegakkan agama sebagai rahmat bagi semesta.


Bagi yang berminat pada buku Ketika Makkah Menjadi Seperti Las Vegas, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030


Selamat membaca..
KETIKA MAKKAH MENJADI SEPERTI LAS VEGAS - Agama, Politik, dan Ideologi
KETIKA MAKKAH MENJADI SEPERTI LAS VEGAS - Agama, Politik, dan Ideologi


Rp.150.000
Rp. 137.000

PEMESANAN

085756777030



Detail Buku
JudulKETIKA MAKKAH MENJADI SEPERTI LAS VEGAS - Agama, Politik, dan Ideologi  
No. ISBN9786020302669
PenulisMirza Tirta Kusuma
PenerbitGramedia Pustaka Utama
Tanggal terbitApril 2014
Jumlah Halaman452
Berat Buku234 gr
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)150 x 230 mm
KategoriSeri Wacana Keagamaan Kontemporer
Bonus-  
Text BahasaIndonesia
Sinopsis

Ketika agama menjadi empty shell, kekosongannya akan segera diisi oleh hal-hal yang bersifat keduniawian dalam segala bentuknya. Agama dengan simbol-simbol tradisionalnya akan berubah  menjadi sekadar "formula sukses" dan Tuhan cuma diperlakukan sebagai, dalam bahasa Fromm, “a partner in  business.”

Demikianlah, ketika kekuatan kapitalis mendistorsi konsep agama, agama terancam tinggal menjadi semacam tubuh yang kehilangan kepala dan jantung hatinya, tinggal menjadi wujud tanpa signifikansi. Agama terkooptasi; kekuatannya justru merongrong misi sucinya, bahkan boleh jadi malah menjadi pelindung agen para pendosa. Agama menjadi apa yang oleh Leo Yang Agung disebut sebagai a respectable cloak for sin, “jubah mulia bagi berbagai dosa", kehilangan moralitas, kehilangan yang “suci”, “baik” dan “adil”. Lalu,  yang tertinggal hanyalah serangkaian kepercayaan, ritualisme kosong makna, atau paling banter semacam etiket. Ketaatan terhadapnya malah menjadi ironi bagi misi sucinya.

Ketika Makkah Menjadi Seperti Las Vegas adalah suara keprihatinan yang mengajak kita untuk menegakkan agama sebagai rahmat bagi semesta.


Bagi yang berminat pada buku Ketika Makkah Menjadi Seperti Las Vegas, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030


Selamat membaca..

THE LAST MESSIAH - Janji Agung Setiap Agama

THE LAST MESSIAH - Janji Agung Setiap Agama
THE LAST MESSIAH - Janji Agung Setiap Agama


Rp.110.000
Rp. 99.000

PEMESANAN

085756777030



Detail Buku
JudulTHE LAST MESSIAH; Janji Agung Setiap Agama  
No. ISBN978-979-1193-28-3
PenulisMuhammad Imami Kasyani
PenerbitNur Al-Huda
Tanggal terbitMei 2013
Jumlah Halaman387
Berat Buku-
Jenis CoverHard Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriSeri Wacana Keagamaan Kontemporer
Bonus-  
Text BahasaIndonesia
Sinopsis


Mesianisme adalah suatu paham yang menunggu kehadiran seorang “messiah” (Sang Juru Selamat) yang akan menyelamatkan umat manusia dan mewujudkan keadilan bagi penduduk bumi. Perkataan “mesiah” sendiri berasal dari bahasa Ibrani, “messiah”, yang merupakan padanan atau cognate perkataan Arab, al-masih. Sekalipun tidak terlalu merata, paham mesianistik juga ada dalam kalangan muslimin. Tentang asal usul paham ini para sejarawan mengajukan berbagai pandangan. Namun umunya berpendapat bahwa messianisme dalam Islam berasal dari seputar akan turunnya Nabi Isa al-Masih dan Imam Mahdi. Imam al-Mahdi sendiri artinya, pemimpin yang mendapat hidayah atau petunjuk ilahi.

Buku ini disusun oleh Muhammad Imam Kasyani, ulama sekaligus peneliti mumpuni, berdasarkan riset yang mendalam selama bertahun-tahun. Hasil penelitiannya ini menunjukkan pandangan bahwa pada dasarnya setiap agama, khususnya agama samawi (Yahudi, Kristen, Islam) sesuai cakupan penelitian yang dia kembangkan, memiliki kepercayaan seorang juru selamat, seorang “messiah”. Menurutnya kepercayaan kepada seorang “messiah”, suatu hal yang bersifat dan dapat dibuktikan secara rasional-filosofis.

Kasyani, dalam bukunya ini memaparkan urgensi dan relevansi pembahasan sang juru selamat dunia dengan sudut pandang filosofis. Ini sangat menarik karena pendedahan dengan cara demikian mereduksi dokmatisme atas kepercayaan mesianistik tersebut. Buku ini terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja. Inilah buku yang kandungannya niscaya akan menggairahkan akal dan mengguncang  hati anda.


“Berbagai situasi dan kondisi berupa krisis serta ketidak nyamanan yang melanda dunia saat ini merupakan tanda-tanda berakhirnya periode yang ada saat ini dan sekaligus akan dimulainya era baru dalam kehidupan umat manusia. Apabila dikatakan dunia masa sekarang sedang mengalami krisis, maka maksudnya adalah dunia masa kini telah sampai pada titik jenuh yang akan disusul dengan terjadinya sebuah perubahan besar dan mendasar dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dapat dipastikan, dalam waktu dekat akan terjadi perubahan arah (sejarah), baik secara terpaksa atau sukarela. Perubahan dan transformasi ini kurang lebih akan terjadi secara tiba-tiba dan mengejutkan berikut tragedi dan "badai" besarnya” (Rene Guenon, Filsuf Mistisism-Perennialism)

Bagi yang berminat pada buku The Last Messiah; Janji Agung Setiap Agama, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..
THE LAST MESSIAH - Janji Agung Setiap Agama
THE LAST MESSIAH - Janji Agung Setiap Agama


Rp.110.000
Rp. 99.000

PEMESANAN

085756777030



Detail Buku
JudulTHE LAST MESSIAH; Janji Agung Setiap Agama  
No. ISBN978-979-1193-28-3
PenulisMuhammad Imami Kasyani
PenerbitNur Al-Huda
Tanggal terbitMei 2013
Jumlah Halaman387
Berat Buku-
Jenis CoverHard Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriSeri Wacana Keagamaan Kontemporer
Bonus-  
Text BahasaIndonesia
Sinopsis


Mesianisme adalah suatu paham yang menunggu kehadiran seorang “messiah” (Sang Juru Selamat) yang akan menyelamatkan umat manusia dan mewujudkan keadilan bagi penduduk bumi. Perkataan “mesiah” sendiri berasal dari bahasa Ibrani, “messiah”, yang merupakan padanan atau cognate perkataan Arab, al-masih. Sekalipun tidak terlalu merata, paham mesianistik juga ada dalam kalangan muslimin. Tentang asal usul paham ini para sejarawan mengajukan berbagai pandangan. Namun umunya berpendapat bahwa messianisme dalam Islam berasal dari seputar akan turunnya Nabi Isa al-Masih dan Imam Mahdi. Imam al-Mahdi sendiri artinya, pemimpin yang mendapat hidayah atau petunjuk ilahi.

Buku ini disusun oleh Muhammad Imam Kasyani, ulama sekaligus peneliti mumpuni, berdasarkan riset yang mendalam selama bertahun-tahun. Hasil penelitiannya ini menunjukkan pandangan bahwa pada dasarnya setiap agama, khususnya agama samawi (Yahudi, Kristen, Islam) sesuai cakupan penelitian yang dia kembangkan, memiliki kepercayaan seorang juru selamat, seorang “messiah”. Menurutnya kepercayaan kepada seorang “messiah”, suatu hal yang bersifat dan dapat dibuktikan secara rasional-filosofis.

Kasyani, dalam bukunya ini memaparkan urgensi dan relevansi pembahasan sang juru selamat dunia dengan sudut pandang filosofis. Ini sangat menarik karena pendedahan dengan cara demikian mereduksi dokmatisme atas kepercayaan mesianistik tersebut. Buku ini terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja. Inilah buku yang kandungannya niscaya akan menggairahkan akal dan mengguncang  hati anda.


“Berbagai situasi dan kondisi berupa krisis serta ketidak nyamanan yang melanda dunia saat ini merupakan tanda-tanda berakhirnya periode yang ada saat ini dan sekaligus akan dimulainya era baru dalam kehidupan umat manusia. Apabila dikatakan dunia masa sekarang sedang mengalami krisis, maka maksudnya adalah dunia masa kini telah sampai pada titik jenuh yang akan disusul dengan terjadinya sebuah perubahan besar dan mendasar dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dapat dipastikan, dalam waktu dekat akan terjadi perubahan arah (sejarah), baik secara terpaksa atau sukarela. Perubahan dan transformasi ini kurang lebih akan terjadi secara tiba-tiba dan mengejutkan berikut tragedi dan "badai" besarnya” (Rene Guenon, Filsuf Mistisism-Perennialism)

Bagi yang berminat pada buku The Last Messiah; Janji Agung Setiap Agama, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
2014 Hanya Menjual Buku | Google Indonesia Sponsors: Facebook, Rendi Syahputra