Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Edisi Sosial Politik Keagamaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edisi Sosial Politik Keagamaan. Tampilkan semua postingan

ISLAM SYARIAT; Reproduksi Salafiyah Ideologis Di Indonesia

ISLAM SYARIAT; Reproduksi Salafiyah Ideologis Di Indonesia
ISLAM SYARIAT; Reproduksi Salafiyah Ideologis Di Indonesia
Rp 110.000
Rp 99.900

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
JudulISLAM SYARIAT; Reproduksi Salafiyah Ideologis Di Indonesia
No. ISBN-
PenulisHaidar Nasir
PenerbitMizan
Tanggal terbit2012
Jumlah Halaman700
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Sosial Politik Keagamaan
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Inilah satu-satunya buku yang mengungkap secara ilmiah konsep, ideologi, dan gerakan Islam Syariat di Indonesia. Dengan telaahan yang melintasi, bergerak dari rentang satu dengan rentang lainnya, sehingga diperoleh gambaran dan analisis yang lengkap. Dimulai dengan gerakan DI/TII di era silam, hingga era Reformasi yang mengalami reproduksi dan mewujud dalam gerakan HTI, KPPSI, MMI, dan PKS. Oleh karena itulah, buku ini layak menjadi rujukan bagi siapa pun yang berminat mengkaji perkembangan Islam di Indonesia.

“Buku ini sulit disanggah. Referensinya sangat kaya, dan metodologinya pun sangat ketat.”
—Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, Guru Besar Hukum dan Tata Negara

“Buku ini menyadarkan kita adanya perkembangan Islam yang sangat ideologis di masa reformasi ini. Siapa pun yang ingin mengerti perkembangan Islam pasca-reformasi, wajib membaca buku ini!”
—Budhi Munawar-Rachman, cendekiawan Muslim

“Saya sangat berharap kehadiran buku ini dapat memotivasi Muhammadiyah, NU, dan kelompok-kelompok Islam moderat lainnya untuk terus serius mengkaji ulang orientasi dan wawasan keberagamaannya  untuk menyuarakan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan dalam satu napas, Islam Indonesia.”
—Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, M.A., Pendiri MAARIF Institute for Culture and Humanity

“Buku ini berhasil menawarkan perspektif baru tentang keterkaitan Islam dalam pergulatan politik dan peradaban masyarakat Indonesia.”

—Prof. Dr. Sunyoto Usman, Guru Besar Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Bagi yang berminat pada buku ISLAM SYARIAT; Reproduksi Salafiyah Ideologis Di Indonesia, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..
ISLAM SYARIAT; Reproduksi Salafiyah Ideologis Di Indonesia
ISLAM SYARIAT; Reproduksi Salafiyah Ideologis Di Indonesia
Rp 110.000
Rp 99.900

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
JudulISLAM SYARIAT; Reproduksi Salafiyah Ideologis Di Indonesia
No. ISBN-
PenulisHaidar Nasir
PenerbitMizan
Tanggal terbit2012
Jumlah Halaman700
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Sosial Politik Keagamaan
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Inilah satu-satunya buku yang mengungkap secara ilmiah konsep, ideologi, dan gerakan Islam Syariat di Indonesia. Dengan telaahan yang melintasi, bergerak dari rentang satu dengan rentang lainnya, sehingga diperoleh gambaran dan analisis yang lengkap. Dimulai dengan gerakan DI/TII di era silam, hingga era Reformasi yang mengalami reproduksi dan mewujud dalam gerakan HTI, KPPSI, MMI, dan PKS. Oleh karena itulah, buku ini layak menjadi rujukan bagi siapa pun yang berminat mengkaji perkembangan Islam di Indonesia.

“Buku ini sulit disanggah. Referensinya sangat kaya, dan metodologinya pun sangat ketat.”
—Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, Guru Besar Hukum dan Tata Negara

“Buku ini menyadarkan kita adanya perkembangan Islam yang sangat ideologis di masa reformasi ini. Siapa pun yang ingin mengerti perkembangan Islam pasca-reformasi, wajib membaca buku ini!”
—Budhi Munawar-Rachman, cendekiawan Muslim

“Saya sangat berharap kehadiran buku ini dapat memotivasi Muhammadiyah, NU, dan kelompok-kelompok Islam moderat lainnya untuk terus serius mengkaji ulang orientasi dan wawasan keberagamaannya  untuk menyuarakan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan dalam satu napas, Islam Indonesia.”
—Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, M.A., Pendiri MAARIF Institute for Culture and Humanity

“Buku ini berhasil menawarkan perspektif baru tentang keterkaitan Islam dalam pergulatan politik dan peradaban masyarakat Indonesia.”

—Prof. Dr. Sunyoto Usman, Guru Besar Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Bagi yang berminat pada buku ISLAM SYARIAT; Reproduksi Salafiyah Ideologis Di Indonesia, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..

APA JADINYA DUNIA TANPA ISLAM? Sebuah Narasi Sejarah Alternatif

APA JADINYA DUNIA TANPA ISLAM? Sebuah Narasi Sejarah Alternatif
APA JADINYA DUNIA TANPA ISLAM? Sebuah Narasi Sejarah Alternatif
Rp 95.000
Rp 85.000

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
JudulAPA JADINYA DUNIA TANPA ISLAM? Sebuah Narasi Sejarah Alternatif
No. ISBN9789794338551 
PenulisGraham E. Fuller
PenerbitMizan
Tanggal terbitNovember 2014
Jumlah Halaman405
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Sosial Politik Keagamaan
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis

Seperti apakah dunia tanpa Islam? Apakah dunia akan lebih damai dan menjadi tempat yang lebih baik? Umumnya orang di Barat akan menjawab: Tentu. Tanpa Islam, pasti tidak terjadi Perang Salib, konflik Israel-Palestina, aksi bom bunuh diri, dan Peristiwa 11 September. Bukankah Islam sumber dari semua tragedi itu?

Graham Fuller menawarkan sebuah eksperimen berpikir untuk menguji pandangan itu.
Dengan analisis historis yang serius, dia menyusun sebuah skenario alternatif seandainya Islam tidak pernah ada dan memengaruhi jalannya sejarah. 

Kesimpulan-kesimpulannya di luar dugaan: Tanpa Perang Salib, Barat tetap akan menyerbu Timur Tengah karena nafsu imperialisnya.

Gereja Ortodoks akan mendominasi Timur Tengah dan mungkin sampai hari ini tetap berkonflik dengan Gereja Roma dan Dunia Barat.

India tidak akan sekaya sekarang tanpa warisan budaya Islam Mughal. Tidak akan ada Taj Mahal.

Aksi bom bunuh diri akan tetap terjadi, karena bukan Muslim yang pertama kali melakukannya.

Melalui penuturan yang segar, provokatif, sekaligus mencerahkan, Fuller menunjukkan sumber sebenarnya dari konflik yang merobek dunia saat ini.

“Karya salah satu otoritas paling terkemuka tentang perpolitikan
Muslim global. Menyajikan analisis provokatif tentang hubungan Muslim-Barat
sejak munculnya Islam.”
—John L. Esposito, Penulis Masa Depan Islam dan Saatnya Muslim Bicara

“Setelah Peristiwa 11 September, diskusi tentang Islam biasanya terasa steril.
Itulah sebabnya pemikiran cermat dan peka dari Graham Fuller ini amat dibutuhkan.”
—Akbar S. Ahmed, Ibn Khaldun Chair of Islamic Studies, American University, Washington, D.C.

Bagi yang berminat pada buku APA JADINYA DUNIA TANPA ISLAM? Sebuah Narasi Sejarah Alternatif, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..
APA JADINYA DUNIA TANPA ISLAM? Sebuah Narasi Sejarah Alternatif
APA JADINYA DUNIA TANPA ISLAM? Sebuah Narasi Sejarah Alternatif
Rp 95.000
Rp 85.000

PEMESANAN

085756777030


Detail Buku
JudulAPA JADINYA DUNIA TANPA ISLAM? Sebuah Narasi Sejarah Alternatif
No. ISBN9789794338551 
PenulisGraham E. Fuller
PenerbitMizan
Tanggal terbitNovember 2014
Jumlah Halaman405
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Sosial Politik Keagamaan
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis

Seperti apakah dunia tanpa Islam? Apakah dunia akan lebih damai dan menjadi tempat yang lebih baik? Umumnya orang di Barat akan menjawab: Tentu. Tanpa Islam, pasti tidak terjadi Perang Salib, konflik Israel-Palestina, aksi bom bunuh diri, dan Peristiwa 11 September. Bukankah Islam sumber dari semua tragedi itu?

Graham Fuller menawarkan sebuah eksperimen berpikir untuk menguji pandangan itu.
Dengan analisis historis yang serius, dia menyusun sebuah skenario alternatif seandainya Islam tidak pernah ada dan memengaruhi jalannya sejarah. 

Kesimpulan-kesimpulannya di luar dugaan: Tanpa Perang Salib, Barat tetap akan menyerbu Timur Tengah karena nafsu imperialisnya.

Gereja Ortodoks akan mendominasi Timur Tengah dan mungkin sampai hari ini tetap berkonflik dengan Gereja Roma dan Dunia Barat.

India tidak akan sekaya sekarang tanpa warisan budaya Islam Mughal. Tidak akan ada Taj Mahal.

Aksi bom bunuh diri akan tetap terjadi, karena bukan Muslim yang pertama kali melakukannya.

Melalui penuturan yang segar, provokatif, sekaligus mencerahkan, Fuller menunjukkan sumber sebenarnya dari konflik yang merobek dunia saat ini.

“Karya salah satu otoritas paling terkemuka tentang perpolitikan
Muslim global. Menyajikan analisis provokatif tentang hubungan Muslim-Barat
sejak munculnya Islam.”
—John L. Esposito, Penulis Masa Depan Islam dan Saatnya Muslim Bicara

“Setelah Peristiwa 11 September, diskusi tentang Islam biasanya terasa steril.
Itulah sebabnya pemikiran cermat dan peka dari Graham Fuller ini amat dibutuhkan.”
—Akbar S. Ahmed, Ibn Khaldun Chair of Islamic Studies, American University, Washington, D.C.

Bagi yang berminat pada buku APA JADINYA DUNIA TANPA ISLAM? Sebuah Narasi Sejarah Alternatif, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..

KONTROVERSI KHILAFAH; Islam, Negara dan Pancasila

KONTROVERSI KHILAFAH; ISLAM, NEGARA, DAN PANCASILA
KONTROVERSI KHILAFAH; ISLAM, NEGARA, DAN PANCASILA
Rp 110.000
Rp 95.000

PEMESANAN


085756777030


Detail Buku
JudulKontroversi Khilafah; Islam, Negara, dan Pancasila  
No. ISBN9789794338629
PenulisKomaruddin Hidayat (ed.)
PenerbitMizan
Tanggal terbit2014
Jumlah Halaman-
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Sosial Politik Keagamaan
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Ide negara Islam di Indonesia sebenarnya telah lama terlontar, tepatnya saat proses perumusan dasar negara Indonesia. Saat itu para founding fathers yang terdiri dari kalangan tokoh Islam dan nasionalis memiliki pandangan berbeda dalam menentukan dasar negara yang tepat.
Namun, perbedaan tersebut bisa didialogkan oleh para tokoh. Mereka sepakat bahwa Indonesia bukan negara agama, tetapi juga bukan negara sekuler. Karena itu, perlu ada rumusanyangkuat, komprehensif, yang dijiwai oleh semangat dan nilai-nilai tersebut dalam bernegara. Nilai-nilai tersebut terkandung dalam Pancasila sebagai falsafah dasar kehidupan bernegara. ”Pancasila akhirnya disepakati menjadi dasar negara, dengan tetap mengakomodir kepentingan umat Islam di dalamnya.

Pancasila berhasil menyatukan dan mengakomodasi kepentingan bangsa Indonesia yang majemuk. Kemajemukan bangsa Indonesia merupakan keniscayaan yang tak bisa diganggu gugat. Sebagai anak bangsa kita lahir sebagai orang Indonesia adalah fakta primordial. Lahir dari etnik Jawa, China, maupun Arab juga fakta primordial. Hal tersebut juga berlaku pada masalah keyakinan bahwa kemudian kita terlahir sebagai muslim, kristiani, atau budhis juga fakta primordial.

Buku ini merupakan kumpulan tulisan yang mengulas tema seputar kaitan antara sistem Khilafah, Islam, Negara dan Pancasila oleh para cendekiawan bangsa seperti mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Amin Abdullah, Azzumardi Azra, Haidar Bagir, Masdar F Masudi, dan Nadirsyah Hosen. Sementara dari kalangan cendekiawan muda, nama-nama seperti  Akhmad Sahal, Ahmad Najib Burhani, Fajar Riza Ul Haq, Yudi Latif, dan Zuhairi Misrawi juga berkontribusi dalam penulisan buku ini.

Bagi yang berminat pada buku Kontroversi Khilafah; Islam, Negara dan Pancasila, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..
KONTROVERSI KHILAFAH; ISLAM, NEGARA, DAN PANCASILA
KONTROVERSI KHILAFAH; ISLAM, NEGARA, DAN PANCASILA
Rp 110.000
Rp 95.000

PEMESANAN


085756777030


Detail Buku
JudulKontroversi Khilafah; Islam, Negara, dan Pancasila  
No. ISBN9789794338629
PenulisKomaruddin Hidayat (ed.)
PenerbitMizan
Tanggal terbit2014
Jumlah Halaman-
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriEdisi Sosial Politik Keagamaan
Bonus- 
Text BahasaIndonesia
Sinopsis
Ide negara Islam di Indonesia sebenarnya telah lama terlontar, tepatnya saat proses perumusan dasar negara Indonesia. Saat itu para founding fathers yang terdiri dari kalangan tokoh Islam dan nasionalis memiliki pandangan berbeda dalam menentukan dasar negara yang tepat.
Namun, perbedaan tersebut bisa didialogkan oleh para tokoh. Mereka sepakat bahwa Indonesia bukan negara agama, tetapi juga bukan negara sekuler. Karena itu, perlu ada rumusanyangkuat, komprehensif, yang dijiwai oleh semangat dan nilai-nilai tersebut dalam bernegara. Nilai-nilai tersebut terkandung dalam Pancasila sebagai falsafah dasar kehidupan bernegara. ”Pancasila akhirnya disepakati menjadi dasar negara, dengan tetap mengakomodir kepentingan umat Islam di dalamnya.

Pancasila berhasil menyatukan dan mengakomodasi kepentingan bangsa Indonesia yang majemuk. Kemajemukan bangsa Indonesia merupakan keniscayaan yang tak bisa diganggu gugat. Sebagai anak bangsa kita lahir sebagai orang Indonesia adalah fakta primordial. Lahir dari etnik Jawa, China, maupun Arab juga fakta primordial. Hal tersebut juga berlaku pada masalah keyakinan bahwa kemudian kita terlahir sebagai muslim, kristiani, atau budhis juga fakta primordial.

Buku ini merupakan kumpulan tulisan yang mengulas tema seputar kaitan antara sistem Khilafah, Islam, Negara dan Pancasila oleh para cendekiawan bangsa seperti mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Amin Abdullah, Azzumardi Azra, Haidar Bagir, Masdar F Masudi, dan Nadirsyah Hosen. Sementara dari kalangan cendekiawan muda, nama-nama seperti  Akhmad Sahal, Ahmad Najib Burhani, Fajar Riza Ul Haq, Yudi Latif, dan Zuhairi Misrawi juga berkontribusi dalam penulisan buku ini.

Bagi yang berminat pada buku Kontroversi Khilafah; Islam, Negara dan Pancasila, kami melayani paket order. silahkan hubungi no. kontak 085756777030

Selamat membaca..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
2014 Hanya Menjual Buku | Google Indonesia Sponsors: Facebook, Rendi Syahputra